Wall Street Naik di Tengah Ketegangan Iran
Wall Street naik pada perdagangan Senin seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap konflik antara AS dan Iran. Sentimen ini muncul meski negosiasi damai gagal pada akhir pekan. Investor mulai melihat peluang stabilisasi di tengah gencatan senjata yang masih bertahan.
Indeks saham utama berhasil membalikkan pelemahan awal. S&P 500 naik 1,02% ke 6.886,24 dan menghapus seluruh kerugian sejak konflik dimulai. Dow Jones menguat 0,63% ke 48.218,25, sementara Nasdaq melonjak 1,23% ke 23.183,74.
Pergerakan ini menunjukkan Wall Street naik karena pelaku pasar mulai terbiasa dengan dinamika negosiasi yang berubah-ubah.
Gencatan Senjata Masih Rapuh
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa 34 kapal telah melintasi Selat Hormuz, jalur penting yang menangani sekitar 20% aliran minyak global. Ia juga mengonfirmasi bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran tetap diberlakukan.
Pentagon menegaskan bahwa kapal yang tidak menuju pelabuhan Iran masih dapat melintas. Kondisi ini menjaga aliran energi global tetap berjalan meski ketegangan geopolitik belum sepenuhnya reda.
Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan upaya diplomasi masih berlangsung. Hal ini menjaga harapan pasar terhadap potensi penyelesaian konflik.
Harga Minyak Tertahan di Bawah $100
Harga minyak sempat melonjak tajam, tetapi akhirnya tertahan di bawah level psikologis $100 per barel. Brent ditutup di $99,36, naik 4,37%, sementara minyak AS berakhir di $99,08, naik 2,6%.
Sebelumnya, harga sempat melonjak lebih tinggi, mencerminkan kekhawatiran pasokan. Namun, ekspektasi bahwa konflik tidak akan berlangsung lama membuat kenaikan terbatas.
Meski begitu, tekanan terhadap aset berisiko masih ada karena ketidakpastian terkait aliran perdagangan energi.
Dolar Melemah Seiring Turunnya Minyak
Dolar AS melemah setelah sebelumnya sempat menguat mengikuti lonjakan harga minyak. Indeks dolar turun 0,69% ke 98,41.
Selama ini, dolar cenderung menguat saat ketegangan meningkat karena statusnya sebagai safe haven. Namun, penurunan harga minyak mengurangi dorongan tersebut.
Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, mengatakan pasar minyak menunjukkan bahwa lonjakan harga kemungkinan hanya bersifat sementara. Ia menilai dampaknya terhadap ekonomi AS akan terbatas selama kondisi ini bertahan.
Ekspektasi Suku Bunga Berubah
Kenaikan harga energi sempat mendorong kekhawatiran inflasi. Investor kini mulai mempertimbangkan kemungkinan bank sentral akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.
Data pasar uang menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga tahun ini turun di bawah 20%. Ini menjadi perubahan besar dibanding ekspektasi sebelum konflik yang memperkirakan pelonggaran kebijakan.
Harga Emas Turun Saat Risiko Mereda
Harga emas justru melemah tipis karena investor beralih ke aset berisiko. Emas spot turun 0,1% ke $4.745,13 per ons, sementara kontrak berjangka turun 0,4%.
Penurunan ini terjadi meski blokade Selat Hormuz masih berlangsung. Harapan terhadap kelanjutan negosiasi membuat permintaan safe haven berkurang.
Sentimen Pasar Masih Rapuh
Meski Wall Street naik, kondisi pasar tetap rentan terhadap perubahan cepat. Ketidakjelasan terkait durasi konflik dan pemulihan arus perdagangan energi masih menjadi faktor utama.
Selama belum ada kepastian resolusi, pasar kemungkinan akan bergerak fluktuatif. Investor tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik yang dapat mengubah arah sentimen secara tiba-tiba.
Prospek Harga Emas Selasa | 14 April 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sempat mengalami tekanan kuat hingga turun ke area 4.644 dan membentuk gap di kisaran 4.746–4.700, yang mencerminkan dominasi seller pada fase tersebut. Namun, tekanan ini tidak berlanjut setelah munculnya reaksi beli yang signifikan dari area support 4.644.
Harga kemudian berhasil melakukan recovery dan kembali naik menembus 4.700 yang berdekatan dengan SMA 50, bahkan mampu menutup gap yang terbentuk sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan bearish mulai mereda dan buyer kembali mengambil alih kendali dalam jangka pendek.
Selama harga mampu bertahan di atas 4.700, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 4.801, dengan peluang lanjutan ke 4.858 hingga 4.899 jika momentum tetap terjaga. Sebaliknya, jika harga kembali turun di bawah 4.700, maka tekanan jual berpotensi meningkat dan mendorong harga kembali menguji support di 4.644.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.801 R2 4.858 R3 4.899
S1 4.700 S2 4.644 S3 4.595
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.725 |
| Profit Target Level | 4.800 |
| Stop Loss Level | 4.690 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.800 |
| Profit Target Level | 4.730 |
| Stop Loss Level | 4.860 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 14 April 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan harga sempat turun ke area 95,27 sebelum rebound kuat, membentuk gap dan menembus SMA 50 hingga mencetak high di sekitar 105,58. Namun setelah itu, harga gagal bertahan di area atas dan mengalami koreksi tajam hingga kembali menutup gap tersebut.
Saat ini harga bergerak di bawah area 100,39 dan berada di bawah SMA 50, yang mengindikasikan tekanan bearish mulai mendominasi. Selama harga masih tertahan di bawah 100,39 hingga 102,58, potensi penurunan masih terbuka menuju 95,27, dengan peluang lanjutan ke 91,06.
Sebaliknya, jika harga mampu kembali naik dan menembus 102,58, maka peluang rebound ke 105,58 bisa kembali terbuka.
US Oil INTRADAY AREA
R1 100,39 R2 102,58 R3 105,58
S1 95,27 S2 91,06 S3 86,38
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 95,30 |
| Profit Target Level | 100,00 |
| Stop Loss Level | 93,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 100,25 |
| Profit Target Level | 97,00 |
| Stop Loss Level | 103,50 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
