Market Summary
Data NFP AS akan menjadi sorotan utama pasar pada hari Jumat ini. Harga emas (XAU/USD) sudah menguat di atas level $4.300 per ons, melanjutkan tren naiknya. Investor menanti laporan ketenagakerjaan AS untuk mencari petunjuk baru soal kondisi pasar tenaga kerja dan arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed).
Emas Menguat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja
Harga emas terus naik menjelang rilis data penting ini. Pasar masih terbelah soal kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga pada September. Meski begitu, pejabat The Fed semakin sering memberi sinyal kesiapan mengetatkan kebijakan dalam waktu dekat. Tekanan inflasi yang meningkat menjadi alasan utama di balik sinyal tersebut.
Investor juga terus memantau perkembangan di Timur Tengah. Ketegangan baru di Selat Hormuz mendorong harga minyak naik. Kenaikan harga minyak ini memicu kembali kekhawatiran soal inflasi dan potensi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Di sisi lain, data dari lembaga kliring menunjukkan investor institusi di China terus menambah posisi beli pada aset berbasis emas. Mereka menjadikan langkah ini sebagai strategi lindung nilai terhadap volatilitas saham teknologi. Pembelian emas oleh bank sentral turut mendukung permintaan tersebut.
Proyeksi Laporan Ketenagakerjaan AS
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) akan merilis data Nonfarm Payrolls (NFP) untuk periode Juli pada Jumat pukul 12.30 GMT (19.30 WIB). Investor mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September seiring meredanya kekhawatiran inflasi. Detail dalam laporan ketenagakerjaan ini bisa memengaruhi cara pasar menilai arah kebijakan bank sentral AS. Laporan ini juga berpotensi menggerakkan nilai tukar Dolar AS (USD).
Pasar memperkirakan NFP naik 80 ribu, setelah data Juni mengecewakan di angka 57 ribu. Tingkat pengangguran kemungkinan bertahan di 4,2%. Inflasi upah tahunan, yang diukur lewat perubahan Rata-rata Pendapatan Per Jam (Average Hourly Earnings/AHE), diperkirakan tetap di 3,5%.
Pandangan Deutsche Bank dan BNY Mellon
Deutsche Bank memperkirakan data tenaga kerja AS akan sedikit lebih kuat pada Jumat ini. Bank ini memproyeksikan pertumbuhan lapangan kerja Juli mencapai “+65k, modestly above June’s +57k reading”. Payroll sektor swasta juga diperkirakan naik “+65k after +49k previously”. Deutsche Bank memperkirakan tingkat pengangguran bertahan di 4,2%, meski risikonya condong ke arah pembulatan menjadi 4,3% jika tingkat partisipasi angkatan kerja kembali naik setelah penurunan tajam bulan lalu. Soal upah, bank ini memproyeksikan rata-rata pendapatan per jam naik 0,3% secara bulanan, sama seperti Juni. Rata-rata jam kerja kemungkinan tetap di 34,3 jam.
Sementara itu, BNY Mellon menyoroti laporan NFP Juli ini sebagai data penting bagi The Fed. Ekspektasi pasar saat ini melihat penambahan sekitar 80 ribu lapangan kerja baru. BNY Mellon menilai angka “breakeven rate” payroll yang dibutuhkan untuk menjaga tingkat pengangguran tidak naik tidak jauh di atas 50 ribu per bulan. Alasannya, pertumbuhan angkatan kerja saat ini jauh lebih lambat dibanding sebelum pandemi. Kondisi ini membuat kenaikan lapangan kerja besar tidak lagi diperlukan untuk menjaga tingkat pengangguran tetap stabil.
Strategi Trading XAU/USD Jelang Data NFP AS
Data NFP AS berpotensi menjadi katalis utama pergerakan harga emas hari ini. Jika data lebih lemah dari ekspektasi, peluang The Fed menahan suku bunga makin besar. Skenario ini bisa mendorong harga emas naik lebih tinggi. Sebaliknya, data yang lebih kuat dari perkiraan bisa memicu koreksi harga emas dalam jangka pendek.
Trader sebaiknya memantau rilis data tersebut dengan cermat. Volatilitas harga XAU/USD biasanya meningkat tajam beberapa menit setelah data keluar. Manajemen risiko yang ketat tetap penting mengingat potensi pergerakan harga tajam pasca-rilis data.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD pada time frame H4 masih cenderung bullish, dengan level pivot berada di 4.236. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan masih terbuka dengan resistance terdekat di 4.326.
Jika harga berhasil menembus resistance 4.326, momentum kenaikan berpotensi berlanjut menuju area resistance berikutnya di 4.349 hingga 4.372.
Sebaliknya, apabila harga bergerak turun dan menembus level pivot 4.236, tekanan jual berpotensi meningkat sehingga harga dapat terkoreksi untuk menguji area support di 4.198 hingga 4.175.
Resistance 4.326 Resistance 2: 4.349 Resistance 3: 4.372
Support1: 4.236 Support 2: 4.198 Support 3: 4.175
Baca juga: Peluang Trading Silver Jelang Data Jobless Claims AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.






Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan perubahan sentimen menjadi bullish setelah berhasil menembus area konsolidasi yang cukup lebar sekaligus menembus resistance 4.203, sehingga level tersebut kini beralih menjadi support terdekat. Meski harga sempat terkoreksi setelah tertahan di resistance 4.307, selama mampu bertahan di atas support 4.203 peluang kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji resistance 4.276, kemudian 4.307, hingga 4.362.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah berhasil rebound dari support 74,16 dan menembus resistance 76,63, sehingga level tersebut kini beralih fungsi menjadi support terdekat. Meski demikian, kenaikan selanjutnya akan menghadapi ujian di resistance 79,54 yang berdekatan dengan SMA 50. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan akan terbuka menuju resistance 81,34 hingga 82,26 sekaligus berupaya menutup gap yang masih terbuka.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver pada time frame H4 masih cenderung bullish, dengan level pivot berada di 61,73. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji area resistance di 63,92, kemudian 64,58, hingga 65,25.

Pergerakan emas pada time frame H4 berhasil mengonfirmasi breakout dari fase konsolidasi lebar setelah menembus resistance 4.141, 4.166, hingga 4.203 yang menjadi batas atas area sideways. Breakout tersebut sekaligus menegaskan perubahan struktur pasar menjadi bullish, didukung oleh posisi harga yang bergerak jauh di atas SMA 50.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish setelah penurunan tajam membawa harga membentuk low baru di 74,16. Setelah menyentuh level tersebut, harga sempat mencoba rebound, namun kenaikannya tertahan di area resistance 76,63–77,75 yang sebelumnya merupakan support dan kini telah beralih menjadi resistance.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan AUD/USD pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot berada di 0.7012. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance terdekat di 0.7058. Apabila harga berhasil menembus level tersebut, penguatan berpotensi berlanjut untuk menguji resistance berikutnya di 0.7069 hingga 0.7081.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah sebelumnya terkoreksi tajam dan kini diperdagangkan di sekitar area SMA 50 yang mulai bergerak mendatar. Selama beberapa sesi terakhir, harga terlihat bergerak sideways dalam kisaran sempit, menandakan pasar masih menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan berikutnya. Selama harga mampu bertahan di atas support 4.019, peluang penguatan masih terbuka dengan target menguji resistance 4.116, kemudian 4.141 hingga 4.166.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish setelah rebound yang terjadi sebelumnya gagal menutup gap dan kenaikannya tertahan di area SMA 50. Tekanan jual kemudian kembali mendominasi sehingga harga turun tajam dengan menembus support 81,17, 79,54, dan 77,75 yang kini beralih menjadi area resistance.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bearish di time frame H4 ini, dengan level pivot di 1.1549. Selama harga tetap bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan masih bisa berlanjut untuk menguji area support 1.1494, kemudian 1.1480, hingga 1.1480.
