Market Summary
Peluang trading GBP/USD kembali menjadi sorotan pelaku pasar menjelang keputusan suku bunga Bank of England (BoE). Pasangan mata uang ini menghadapi tekanan jual pada Kamis dan mundur dari level tertinggi mingguan di kisaran 1,3385-1,3390 yang tersentuh sehari sebelumnya. Harga GBP/USD melemah tipis sepanjang paruh pertama sesi Eropa dan kini berada di kisaran 1,3300-an akibat penguatan luas Dolar AS.
Dolar AS Menguat, GBP/USD Tertekan
Dolar AS kembali mendapat momentum positif sehari setelah mengalami penurunan pasca keputusan FOMC. Perubahan cepat dinamika inflasi akibat fluktuasi harga minyak membuat pelaku pasar tetap mempertimbangkan peluang kenaikan suku bunga The Fed. Selain itu, eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran turut mendorong permintaan aset safe haven seperti Dolar AS. Meski begitu, penurunan GBP/USD tampak tertahan karena trader memilih menunggu keputusan penting BoE dan data makro AS.
BoE Diperkirakan Tahan Suku Bunga
Bank of England kemungkinan besar mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75% karena pembuat kebijakan menimbang pertumbuhan ekonomi yang lemah dengan risiko tekanan inflasi baru akibat eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran. Inflasi Inggris memang turun ke 2,6% pada Juni, terutama karena harga bahan bakar yang sempat melandai selama jeda singkat ketegangan Timur Tengah. Namun, kembalinya konflik akan menjaga tekanan harga tetap tinggi dan membuat inflasi bertahan di atas target 2% yang ditetapkan bank sentral.
Komentar Pejabat Soal Inflasi dan Kebijakan
Situasi ini menyulitkan posisi Perdana Menteri Andy Burnham, yang berjanji menurunkan biaya hidup masyarakat namun belum menjelaskan sumber pendanaan untuk langkah tersebut. Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, mengakui adanya kekhawatiran terkait konflik yang kembali memanas. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut belum mengubah secara signifikan proyeksi inflasi Inggris. Sebagian ekonom memperkirakan suku bunga bertahan hingga akhir tahun, sementara pasar keuangan masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan seperempat poin pada November.
Peluang Trading GBP/USD Menjelang BoE Meeting
Peluang trading GBP/USD tetap terbuka bagi trader yang mencermati level teknikal utama sembari menunggu keputusan BoE. Kombinasi ketegangan geopolitik, arah kebijakan The Fed, dan sikap BoE terhadap inflasi akan menentukan arah pergerakan pasangan mata uang ini dalam beberapa hari mendatang. Trader disarankan memantau level 1,3385 sebagai resistance kunci dan 1,3299 sebagai support penting sebelum mengambil keputusan trading.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish dengan level pivot di 1.3285. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan masih terbuka dengan target resistance terdekat di 1.3407.
Apabila harga berhasil menembus resistance tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut menuju area resistance berikutnya di 1.3428 hingga 1.3449.
Sebagai skenario alternatif, jika harga bergerak turun dan menembus level pivot 1.3285, tekanan jual berpotensi meningkat sehingga harga dapat menguji area support di 1.3250 hingga 1.3229.
Resistance 1: 1.3407 Resistance 2: 1.3428 Resistance 3: 1,3449
Support1: 1.3285 Support 2: 1.3250 Support 3: 1.3229
Baca juga: Peluang Trading Emas Menjelang FOMC Meeting
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.






Pergerakan emas pada time frame H4 mulai menunjukkan perubahan tren setelah sebelumnya berada dalam tekanan bearish yang membawa harga turun hingga menyentuh support 3.995. Dari area tersebut, harga bangkit dengan reli yang cukup kuat hingga berhasil menembus garis downtrend jangka menengah dan bertahan di atas SMA 50 yang kini berada di kisaran 4.060. Penguatan tersebut bahkan sempat membawa harga menguji resistance 4.116 yang juga menjadi level tertinggi dalam pergerakan terbaru.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sebelumnya berada dalam tren bullish yang kuat hingga berhasil mencapai puncak di level 93.43. Namun, setelah gagal mempertahankan penguatannya, harga mengalami koreksi tajam yang membawa US Oil turun hingga menyentuh support 77.88. Dari area tersebut, harga mulai bangkit dan mencatatkan rebound yang cukup signifikan hingga mencoba menutup gap di kisaran 85.89–87.27, yang kini menjadi area resistance utama.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga emas pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 4.055. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan potensi menguji area support di 3.982, kemudian 3.964, hingga 3.947.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah kembali gagal menembus resistance 4.060 yang bertepatan dengan area SMA 50. Penolakan di area tersebut mendorong harga kembali melemah dan kini bergerak di bawah SMA 50, sehingga mengindikasikan momentum jual masih cukup dominan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam fase koreksi setelah pada perdagangan sebelumnya turun tajam dengan membentuk gap sekaligus menembus ke bawah SMA 50. Penurunan tersebut bahkan sempat membawa harga menembus support 81,22, kemudian 79,54, sebelum akhirnya menemukan tekanan beli di area support 77,88. Pada perdagangan hari ini, harga mulai bangkit dari zona support tersebut dan berusaha kembali menguji area SMA 50 yang berada di kisaran 83,88. Area ini akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan AUD/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 0.6990. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut, dengan target penurunan menuju area support di 0.6947, kemudian 0.6936, dan selanjutnya 0.6925.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam fase konsolidasi setelah gagal mempertahankan penguatan di area resistance 4.116. Koreksi yang terjadi saat ini membawa harga mendekati support 4.042 yang bertepatan dengan area SMA 50 sekaligus menutup gap yang terbentuk pada perdagangan sebelumnya, sehingga level tersebut menjadi penentu arah pergerakan berikutnya.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam fase koreksi setelah gagal mempertahankan kenaikan di area resistance 92,38. Tekanan jual yang cukup kuat disertai terbentuknya gap di kisaran 85,89–87,27 yang hingga saat ini masih belum tertutup. Koreksi tersebut juga telah mendorong harga bergerak di bawah SMA 50 yang berada di level 83,88, sehingga area tersebut kini menjadi resistance terdekat sekaligus penentu arah pergerakan berikutnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga silver pada time frame H4 masih cenderung bullish, dengan level pivot berada di 58,89. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji area resistance di 60,40, kemudian 60,73, hingga 61,05.
