Analisa Pasar Global Dipengaruhi Konflik Iran
Analisa pasar global menunjukkan pergerakan yang cenderung hati-hati setelah Gedung Putih menyatakan bahwa Donald Trump sedang meninjau proposal terbaru dari Iran. Kabar ini sempat mendorong sentimen positif, namun investor tetap menunggu kepastian terkait arah negosiasi.
Proposal tersebut mencakup penundaan pembahasan program nuklir hingga konflik berakhir serta penyelesaian gangguan distribusi energi dari kawasan Teluk. Upaya mediasi juga terus dilakukan untuk menjembatani perbedaan antara kedua negara.
Saham Global Bergerak Terbatas
Analisa pasar global mencerminkan pergerakan saham yang cenderung terbatas. Indeks MSCI global naik tipis, sementara Wall Street bergerak beragam dengan Dow Jones melemah dan S&P 500 serta Nasdaq mencatat kenaikan moderat.
Investor menahan posisi sambil menunggu rilis laporan keuangan perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Apple yang dijadwalkan rilis dalam pekan ini.
Harga Minyak Tetap Naik
Analisa pasar global juga menyoroti penguatan harga minyak akibat kekhawatiran pasokan energi. Minyak mentah AS naik lebih dari 2% ke $96.37 per barel, sementara Brent mencapai $108.23 per barel.
Kenaikan ini terjadi karena distribusi energi masih terganggu akibat konflik di Timur Tengah, terutama di jalur strategis Selat Hormuz. Selama jalur ini belum sepenuhnya pulih, tekanan pada harga minyak akan tetap tinggi.
Dolar Melemah Jelang Keputusan Bank Sentral
Di pasar mata uang, dolar AS melemah tipis karena pelaku pasar menunggu hasil rapat bank sentral utama. Fokus tertuju pada Federal Reserve yang dipimpin oleh Jerome Powell, dengan ekspektasi suku bunga tetap dipertahankan.
Selain itu, Bank of Japan, European Central Bank, dan Bank of England juga diperkirakan tidak mengubah kebijakan moneternya.
Imbal hasil obligasi AS meningkat, dengan yield tenor 10 tahun naik ke 4.336%. Hal ini mencerminkan ekspektasi suku bunga yang masih tinggi dalam waktu dekat.
Emas Tertekan Kenaikan Yield
Harga emas turun sekitar 0,62% ke $4,679 per ons seiring kenaikan imbal hasil obligasi dan ketidakpastian kebijakan moneter. Kondisi ini mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Pergerakan pasar saat ini masih sangat dipengaruhi oleh sentimen berita, terutama terkait konflik geopolitik, kebijakan bank sentral, serta rilis data ekonomi dan kinerja perusahaan besar.
Prospek Harga Emas Selasa | 28 April 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal menembus area resistance 4.743, dengan harga saat ini bergerak di bawah SMA 50 serta tertahan oleh trendline turun yang mengindikasikan dominasi tekanan jual. Selama harga tidak mampu menembus kembali area 4.717, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji support di 4.668 hingga 4.644, bahkan berlanjut ke 4.607 jika tekanan semakin kuat.
Namun, jika harga mampu menembus area 4.717, maka peluang rebound jangka pendek dapat terbuka dengan target menuju resistance 4.743. RSI yang berada di sekitar level 43 menunjukkan momentum masih lemah dan belum ada sinyal kuat pembalikan arah.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.717 R2 4.743 R3 4.771
S1 4.668 S2 4.644 S3 4.607
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.670 |
| Profit Target Level | 4.730 |
| Stop Loss Level | 4.615 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.717 |
| Profit Target Level | 4.670 |
| Stop Loss Level | 4.745 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 28 April 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan fase rebound yang mulai menguat setelah sebelumnya mengalami tekanan turun, dengan harga kini bergerak di atas SMA 50 dan mendekati area resistance 97,90. Selama harga belum mampu menembus level tersebut, potensi koreksi jangka pendek masih terbuka untuk kembali menguji support di 94,52 hingga 92,26.
Namun, jika resistance 97,90 berhasil ditembus, maka momentum bullish berpotensi berlanjut menuju area 99,92 hingga 102,58. RSI yang berada di sekitar level 60 mencerminkan momentum beli yang mulai dominan, meskipun masih memerlukan konfirmasi dari breakout resistance untuk memperkuat kelanjutan tren naik.
US Oil INTRADAY AREA
R1 97,90 R2 99,92 R3 102,58
S1 94,52 S2 92,26 S3 89,57
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 94,55 |
| Profit Target Level | 97,90 |
| Stop Loss Level | 92,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 97,90 |
| Profit Target Level | 94,50 |
| Stop Loss Level | 100,00 |
Baca analisa sebelumnya: Minyak Naik Usai Perundingan Iran-AS Buntu
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 94,10. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 97,80. Jika level ini berhasil ditembus, maka kenaikan berpotensi berlanjut menuju area resistance berikutnya di 99,20 hingga 100,80.





Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat sedang dalam fase koreksi setelah gagal bertahan di atas area resistance 4.743, dengan harga kini bergerak di bawah SMA 50 dan menembus trendline naik, yang mengindikasikan melemahnya momentum bullish. Selama harga masih tertahan di bawah area 4743, tekanan turun berpotensi berlanjut untuk menguji zona support kuat di 4.668–4.644, bahkan bisa melebar ke 4607 jika tekanan jual meningkat.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat sedang mencoba rebound setelah sebelumnya mengalami tekanan turun cukup tajam, dengan harga kini mendekati area resistance 97.90. Selama harga belum mampu menembus area tersebut, potensi koreksi masih terbuka untuk kembali menguji support di 92.26 hingga 89.57. Namun, jika resistance 97.90 berhasil ditembus secara valid, maka kenaikan berpotensi berlanjut menuju 99.92 hingga 102.58.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 1.1700. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun berpotensi berlanjut untuk menguji support di 1.1665, kemudian 1.1650 hingga 1.1635.


Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas area resistance 4.771 yang juga berdekatan dengan SMA 50, dan kini bergerak di bawah garis tren naik, yang mengindikasikan potensi perubahan arah menjadi bearish. Harga juga sudah berada di bawah SMA 50, memperkuat tekanan turun, sementara RSI melemah di bawah level tengah. Setelah penurunan tersebut, harga sempat mencoba rebound dari area support 4.668–4.644, namun kenaikan ini masih terbatas dan belum mampu mengubah struktur tren yang tetap cenderung bearish.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan adanya pemulihan yang cukup kuat setelah fase bearish, dengan harga kini sudah bergerak di atas SMA 50 yang mengindikasikan pergeseran momentum ke arah bullish. Kenaikan ini juga didukung oleh RSI yang menguat dan mendekati area overbought, mencerminkan tekanan beli yang masih dominan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa GBP/JPY masih berpotensi bergerak bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 214.88. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 215.94. Jika level ini berhasil ditembus, kenaikan berpotensi berlanjut menuju resistance berikutnya di 216.23 hingga 216.52.

Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah harga turun menembus garis trendline naik dan bergerak di bawah SMA 50, yang mengindikasikan potensi perubahan arah menjadi bearish. Saat ini harga juga gagal bertahan di atas area resistance 4.771 dan cenderung bergerak melemah, sementara RSI berada di sekitar level 40 yang menunjukkan tekanan jual mulai meningkat namun belum masuk kondisi oversold.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan penguatan setelah sebelumnya mengalami tekanan bearish, dengan harga kini berhasil menembus SMA 50 dan bertahan di atas area support 89,57, yang mengindikasikan adanya pergeseran momentum ke arah bullish dalam jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 95,17 sebagai target terdekat.
