Market Summary
Perundingan Damai AS – Iran menjadi perhatian utama pelaku pasar pada awal pekan ini. Perkembangan positif dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran mendorong perubahan sentimen di berbagai aset keuangan, termasuk perak (silver). Harga silver (XAG/USD) berhasil menguat setelah mengalami tekanan selama tiga hari berturut-turut dan kembali bergerak di sekitar level US$66 per troy ounce pada sesi perdagangan Eropa hari Senin.
Meningkatnya optimisme terhadap proses diplomasi membuat kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global mulai mereda. Kondisi tersebut turut membantu pergerakan harga perak meskipun masih dibayangi oleh faktor fundamental lain yang berasal dari Amerika Serikat.
Perundingan Damai AS – Iran Dorong Sentimen Pasar
Kabar positif datang setelah mediator dari Qatar dan Pakistan mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah menyepakati peta jalan resmi untuk mencapai kesepakatan damai final dalam waktu 60 hari ke depan. Pengumuman tersebut disampaikan melalui pernyataan bersama yang dirilis dari Swiss.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, juga mengonfirmasi adanya sejumlah kemajuan penting dalam proses diplomasi tersebut. Iran memperoleh beberapa konsesi strategis, termasuk pengecualian ekspor minyak dan petrokimia, pencairan sebagian aset keuangan yang sebelumnya dibekukan, serta dimulainya program rekonstruksi dan pembangunan nasional secara menyeluruh.
Perkembangan ini memberikan sinyal positif bagi pasar global karena berpotensi mengurangi risiko geopolitik yang selama ini membebani sentimen investor.
Ancaman Baru dari Donald Trump Masih Membayangi
Meski demikian, prospek negosiasi belum sepenuhnya aman. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Minggu kembali mengeluarkan peringatan keras terhadap Iran. Trump mengancam akan melakukan serangan langsung apabila kelompok proksi yang didukung Iran terus melancarkan serangan terhadap Israel.
Pernyataan tersebut menciptakan ketidakpastian baru dan berpotensi mengganggu proses diplomasi yang sedang berlangsung. Investor pun tetap berhati-hati karena setiap eskalasi konflik dapat mengubah arah sentimen pasar dalam waktu singkat.
Kebijakan The Fed Menjadi Tantangan bagi Harga Silver
Selain faktor geopolitik, harga silver juga menghadapi tekanan dari ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat. Pada pertemuan terakhir, Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan, namun memberikan sinyal yang lebih hawkish dibandingkan sebelumnya.
Sebanyak sembilan dari 19 anggota Federal Open Market Committee (FOMC) kini memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan September.
Suku bunga yang lebih tinggi biasanya mendukung penguatan dolar AS dan mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti silver. Karena itu, potensi kenaikan harga perak masih menghadapi hambatan meskipun sentimen geopolitik membaik.
Penguatan Dolar AS Membatasi Kenaikan Silver
Indeks dolar AS bertahan di sekitar level 100,9 pada hari Senin, mendekati posisi tertinggi sejak Mei 2025. Penguatan dolar terjadi karena investor terus mencermati perkembangan Perundingan Damai AS – Iran sekaligus menunggu data inflasi penting Amerika Serikat.
Fokus pasar kini tertuju pada rilis indeks harga PCE (Personal Consumption Expenditures), yang merupakan indikator inflasi favorit Federal Reserve. Data tersebut berpotensi menentukan arah kebijakan moneter The Fed dalam beberapa bulan mendatang.
Jika inflasi masih menunjukkan tekanan yang tinggi, peluang kenaikan suku bunga akan semakin besar. Kondisi ini dapat memperkuat dolar AS dan menekan harga silver.
Peluang Trading Silver Hari Ini
Dari sisi fundamental, Perundingan Damai AS – Iran memberikan sentimen positif bagi pasar dan membantu menjaga stabilitas harga silver. Namun, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan terbaru dari negosiasi tersebut karena ancaman geopolitik masih berpotensi muncul sewaktu-waktu.
Di sisi lain, arah kebijakan Federal Reserve dan data inflasi Amerika Serikat akan menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan silver dalam jangka pendek. Jika dolar AS terus menguat akibat ekspektasi kenaikan suku bunga, ruang kenaikan silver bisa menjadi lebih terbatas.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish dengan level pivot di 65,00. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka menuju resistance terdekat di 67,00. Jika berhasil menembus area tersebut, silver berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji resistance berikutnya di 68,50 hingga 69,80.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga turun dan menembus level 65,00, tekanan bearish dapat meningkat sehingga berpotensi mendorong harga menuju area support di 64,10 dan selanjutnya 63,20.
Resistance 1: 69,80 Resistance 2: 68,50 Resistance 3: 69,80
Support1: 65,00 Support 2: 64,10 Support 3: 63,20
Baca juga: Peluang Trading GBP/JPY Pasca Data Retail Sales Inggris
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.





Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish setelah harga menembus support 4.218 yang kini berbalik menjadi resistance terdekat. Tekanan jual semakin kuat karena area resistance tersebut juga berdekatan dengan SMA 50 yang masih bergerak menurun, sehingga memperbesar peluang munculnya aksi jual saat terjadi rebound.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish meskipun saat ini sedang mengalami rebound dari area support 72,80–75,02. Kenaikan yang terjadi sejauh ini masih bersifat korektif karena harga tetap bergerak di bawah SMA 50 yang menurun, menunjukkan bahwa tekanan jual jangka menengah masih mendominasi pasar.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai pergerakan GBP/JPY pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot berada di 212,499. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 213,785, kemudian 214,059, dan berlanjut ke 214,333.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal mempertahankan penguatan di atas area resistance 4.330–4.364 yang juga berdekatan dengan resistance trendline menurun. Penolakan di area tersebut mendorong harga kembali turun menembus support dinamis SMA dan saat ini bergerak di bawah level 4.278, yang kini berubah menjadi resistance.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bearish yang kuat setelah harga menembus beberapa level support penting dan bergerak jauh di bawah SMA yang terus menurun. Tekanan jual yang dominan mendorong harga turun hingga menguji area support 72,80 sebelum mengalami rebound terbatas. Meski demikian, pemulihan yang terjadi sejauh ini masih bersifat korektif selama harga belum mampu menembus area resistance 78,49 yang sebelumnya merupakan support dan kini berbalik menjadi resistance.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa GBP/USD masih bergerak dalam tren bearish pada time frame H4 dengan level pivot berada di 1.3305. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut dengan target support terdekat di 1.3210. Jika support ini berhasil ditembus, penurunan berikutnya berpeluang mengarah ke area support 1.3160 hingga 1.3120.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sempat menembus resistance 4.306 dan melanjutkan kenaikan hingga menembus resistance 4.364, bahkan mencetak puncak baru di sekitar 4.380. Namun, kegagalan harga untuk bertahan di atas area tersebut memicu aksi ambil untung yang cukup agresif sehingga harga berbalik turun dan menghapus sebagian besar kenaikan sebelumnya. Koreksi tersebut akhirnya membawa harga menutup gap yang berada di sekitar area 4.235.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish. Setelah sempat mengalami rebound dari area support 73,22–74,77, harga berhasil naik menguji resistance 78,49. Namun, kenaikan tersebut tidak mampu dipertahankan dan kembali memicu tekanan jual, menandakan bahwa minat beli masih relatif lemah di tengah dominasi tren turun yang lebih besar.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai silver pada time frame H4 masih bergerak dalam tren bullish. Level pivot berada di 68,95. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka. Target resistance terdekat berada di 71,25. Jika berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan kenaikan ke 72,50 dan 73,40.
