indeks Nikkei turun dipicu kehati-hatian para investor jelang dirilisnya data inflasi Amerika Serikat.
| OPEN POSITION | SELL LIMIT |
| Price Level | 33.080 |
| Profit Target Level | 32.185 |
| Stop Loss Level | 33.300 |
Dalam dunia trading, khususnya dalam pasar forex, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah lebih baik menggunakan strategi hedging atau netting. Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan pemilihan yang tepat dapat memiliki dampak signifikan pada hasil trading Anda. Dalam artikel ini, kita akan menggali perbedaan mendasar antara hedging dan netting, serta situasi di mana masing-masing strategi dapat menjadi pilihan yang lebih baik. Dengan memahami karakteristik keduanya, Anda akan dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana dalam manajemen risiko dan perdagangan Anda di pasar forex yang dinamis ini.
Hedging adalah strategi yang digunakan dalam trading untuk mengurangi atau melindungi risiko dari perubahan harga yang tidak diinginkan. Tujuan utama hedging adalah untuk mengimbangi potensi kerugian di satu posisi dengan keuntungan di posisi lain, sehingga melindungi modal trader dari fluktuasi harga yang merugikan.
Keuntungan dari hedging termasuk:
Namun, ada beberapa kerugian dalam menggunakan hedging:
Dalam beberapa kasus, seperti perlindungan portofolio jangka panjang atau mitigasi risiko besar, hedging dapat menjadi alat yang sangat berharga dalam trading. Namun, bagi beberapa trader, strategi ini mungkin terlalu kompleks atau berpotensi mengurangi potensi keuntungan.
Baca juga: Keltner Channel vs Bollinger Bands: Perbandingan Indikator Teknikal Populer
Netting adalah sebuah metode yang digunakan dalam trading dan manajemen risiko untuk mengkonsolidasikan atau menggabungkan beberapa posisi atau kontrak yang berlawanan atau saling melengkapi menjadi satu posisi bersih. Tujuan utama dari netting adalah untuk mengurangi kompleksitas dan risiko dalam portofolio trading atau investasi dengan menghilangkan sebagian besar eksposur terhadap pergerakan harga.
Salah satu contoh paling umum dari netting adalah dalam pasar mata uang asing (forex), di mana trader dapat memiliki beberapa posisi dalam pasangan mata uang yang sama dengan arah yang berlawanan. Dalam kasus ini, netting akan menggabungkan semua posisi yang berlawanan menjadi satu posisi bersih yang mencerminkan perbedaan antara jumlah posisi long (beli) dan short (jual).
Keuntungan dari netting meliputi:
Namun, ada juga beberapa kerugian dalam penggunaan netting:
Netting mungkin merupakan metode yang cocok untuk beberapa trader yang mencari kesederhanaan dan efisiensi dalam manajemen portofolio mereka, tetapi juga memiliki keterbatasan tertentu yang perlu dipahami secara mendalam.
Baca juga: Hammer vs Doji: Mana yang Lebih Akurat dan Terbaik?
Hedging dalam forex melibatkan pembukaan dua posisi yang berlawanan dalam pasangan mata uang yang sama atau sangat berkorelasi. Salah satu posisi adalah untuk mengamankan atau melindungi posisi yang lain dari pergerakan harga yang merugikan. Contohnya, jika seorang trader memiliki posisi long (beli) pada EUR/USD dan khawatir tentang potensi penurunan harga, mereka dapat membuka posisi short (jual) pada EUR/USD dalam jumlah yang setara. Ini memungkinkan mereka untuk melindungi modal mereka dari pergerakan harga yang tidak diinginkan. Namun, dengan hedging, biaya tambahan seperti spread dan komisi harus diperhitungkan.
Di sisi lain, netting dalam forex melibatkan penggabungan semua posisi yang berlawanan dalam pasangan mata uang yang sama menjadi satu posisi bersih. Ini berarti bahwa jika seorang trader memiliki beberapa posisi yang berlawanan dalam EUR/USD, semuanya akan digabungkan menjadi satu posisi bersih yang mencerminkan selisih antara jumlah posisi long dan short. Netting membuat manajemen risiko menjadi lebih sederhana dan biaya transaksi lebih rendah, karena trader hanya membayar spread atau komisi sekali. Namun, ini juga berarti bahwa potensi profit dan risiko keseluruhan akan tergantung pada posisi bersih tersebut.
Jadi, perbedaan mendasar antara hedging dan netting dalam forex adalah bahwa hedging melibatkan pemeliharaan beberapa posisi yang berlawanan untuk melindungi dari pergerakan harga yang merugikan, sementara netting menggabungkan semua posisi yang berlawanan menjadi satu posisi bersih.
Pilihan antara kedua pendekatan ini tergantung pada strategi trading, tujuan risiko, dan preferensi trader. Ada trader forex yang lebih suka memakai fitur hedging karena dianggap lebih fleksibel. Namun, ada pula trader yang menganggap netting lebih baik daripada hedging karena manajemen risikonya jauh lebih mudah.
Ingin belajar trading Komoditi ataupun forex? Yuk, buka Jurnal TPFX sekarang dan temukan ilmu trading yang terpercaya! Jangan lupa daftar menjadi trader di sini! TPFx merupakan perusahaan broker forex terpercaya dan diawasi serta diregulasi oleh BAPPEBTI.
Dalam dunia trading, carry trade adalah pendekatan yang digunakan oleh banyak trader dan investor untuk memanfaatkan perbedaan suku bunga antara dua mata uang atau aset keuangan lainnya. Strategi ini melibatkan peminjaman mata uang dengan suku bunga rendah dan menginvestasikannya dalam mata uang dengan suku bunga lebih tinggi, sehingga menghasilkan keuntungan dari selisih suku bunga tersebut.
Namun, seperti semua strategi trading, carry trade memiliki risiko dan kompleksitas tersendiri yang perlu dipahami dengan baik. Dalam artikel ini, kita akan merinci bagaimana carry trade bekerja, faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya, serta manajemen risiko yang diperlukan untuk menghindari potensi kerugian besar. Segera, Anda akan memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana carry trade dapat digunakan sebagai alat trading yang efektif di pasar global.
Carry trade adalah salah satu strategi perdagangan dalam pasar keuangan yang melibatkan peminjaman mata uang dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah untuk kemudian menginvestasikannya dalam mata uang dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi. Tujuan utama dari carry trade adalah untuk mendapatkan keuntungan dari perbedaan tingkat suku bunga antara dua mata uang yang berpartisipasi dalam perdagangan.
Konsep dasar di balik carry trade adalah bahwa ketika seorang investor atau pedagang meminjam uang dalam mata uang dengan tingkat suku bunga yang rendah, mereka hanya membayar bunga yang lebih rendah, sementara mereka dapat memperoleh bunga yang lebih tinggi dari investasi mereka dalam mata uang dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi. Perbedaan antara bunga yang dibayarkan dan bunga yang diterima ini adalah carry, dan itulah mengapa strategi ini disebut carry trade.
Untuk menjalankan carry trade, seorang investor biasanya akan memilih pasangan mata uang dengan tingkat suku bunga yang signifikan. Mereka akan meminjam mata uang dengan tingkat suku bunga rendah, kemudian menginvestasikannya dalam mata uang dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi. Selama mata uang yang diinvestasikan mengalami apresiasi nilainya atau tidak mengalami depresiasi yang signifikan, investor dapat memperoleh keuntungan dari perbedaan tingkat suku bunga.
Namun, carry trade juga memiliki risiko. Salah satunya adalah risiko mata uang, di mana nilai mata uang yang diinvestasikan dapat berfluktuasi secara signifikan. Jika mata uang yang diinvestasikan mengalami depresiasi yang tajam, investor dapat mengalami kerugian yang besar. Selain itu, perubahan dalam kebijakan moneter oleh bank sentral dapat mempengaruhi tingkat suku bunga dan berpotensi mempengaruhi hasil dari carry trade.
Meskipun carry trade dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan dalam kondisi tertentu, penting untuk diingat bahwa ini adalah strategi yang berisiko dan memerlukan pemahaman yang mendalam tentang pasar keuangan serta manajemen risiko yang cermat. Sebelum terlibat dalam carry trade, sebaiknya melakukan riset yang matang dan berkonsultasi dengan profesional keuangan jika diperlukan.
Baca juga: Catat! Ini Cara Raup Profit Maksimal dengan Strategi Double Bollinger Bands
Strategi Carry Trade adalah pendekatan dalam pasar keuangan di mana seorang investor meminjam dana dalam mata uang dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah, kemudian menginvestasikannya dalam mata uang dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi. Cara kerja strategi ini didasarkan pada perbedaan tingkat suku bunga antara dua mata uang yang berpartisipasi dalam perdagangan tersebut.
Pertama, seorang investor akan memilih pasangan mata uang yang menjadi fokus carry trade. Biasanya, mereka memilih mata uang dari negara dengan tingkat suku bunga yang rendah, seperti dolar Amerika Serikat atau yen Jepang, sebagai mata uang yang dipinjam (mata uang pendanaan). Mata uang ini dipilih karena tingkat suku bunga yang lebih rendah berarti biaya pinjaman yang lebih rendah.
Kemudian, mereka akan meminjam jumlah tertentu dalam mata uang pendanaan dan mengkonversinya ke mata uang yang memiliki tingkat suku bunga yang lebih tinggi. Mata uang yang diinvestasikan ini biasanya dikenal sebagai “mata uang target.” Investor kemudian menempatkan dana ini dalam berbagai instrumen keuangan, seperti obligasi atau deposito, yang memberikan tingkat suku bunga yang lebih tinggi di negara yang mata uangnya dipilih.
Keuntungan utama dari carry trade adalah perbedaan positif antara bunga yang dibayarkan atas pinjaman dan bunga yang diterima dari investasi. Selama mata uang target tidak mengalami depresiasi yang signifikan terhadap mata uang pendanaan, investor dapat memperoleh keuntungan dari selisih tingkat suku bunga ini. Keuntungan ini bisa cukup substansial jika mata uang target menguat atau stabil selama periode carry trade.
Namun, ada risiko yang terkait dengan carry trade. Salah satu risiko utama adalah risiko mata uang, di mana fluktuasi nilai tukar antara kedua mata uang dapat mengakibatkan kerugian yang signifikan. Selain itu, perubahan dalam kebijakan moneter oleh bank sentral, berita ekonomi yang tidak terduga, atau peristiwa geopolitik dapat mempengaruhi pergerakan mata uang dan berpotensi memengaruhi hasil dari carry trade.
Untuk mengurangi risiko, investor carry trade sering menggunakan teknik manajemen risiko seperti stop-loss orders atau diversifikasi portofolio mereka. Carry trade adalah strategi yang memerlukan pemahaman yang kuat tentang pasar keuangan dan manajemen risiko yang hati-hati, sehingga sangat penting bagi investor untuk melakukan riset yang mendalam sebelum terlibat dalam strategi ini.
Carry trade adalah strategi perdagangan yang melibatkan peminjaman mata uang dengan tingkat suku bunga rendah untuk menginvestasikannya dalam mata uang dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi. Seperti halnya strategi investasi apa pun, carry trade memiliki keuntungan dan risiko yang perlu dipahami dengan baik sebelum terlibat dalamnya:
Baca juga: Wajib Tahu! Cara Membaca Tweezer Top dan Bottom Plus Tips Penggunaannya
Menerapkan carry trade adalah strategi yang memerlukan pemahaman mendalam tentang pasar keuangan, manajemen risiko yang hati-hati, dan perencanaan yang baik. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda menerapkan carry trade dengan lebih baik:
Ingatlah bahwa carry trade adalah strategi berisiko, dan tidak ada jaminan bahwa Anda akan selalu menghasilkan keuntungan. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan riset, memiliki rencana yang baik, dan menjalankan manajemen risiko yang tepat saat menerapkan carry trade.Ingin belajar trading Komoditi ataupun forex? Yuk, buka Jurnal TPFX sekarang dan temukan ilmu trading yang terpercaya! Jangan lupa daftar menjadi trader di sini! TPFx merupakan perusahaan broker forex terpercaya dan diawasi serta diregulasi oleh BAPPEBTI.
Semangat belajar dan salam sehat serta salam trading sobat trader TPFx, hari ini Rabu 13 September 2023 kami akan memberikan informasi mengenai rilis data ekonomi high impact yang akan mempengaruhi pergerakan harga di market tentunya . Penjabaran ini semoga berguna dan membantu sobat trader sebelum melakukan entry posisi di market dan diharapkan menjadi tambahan informasi dan wawasan pengetahuan seputar rilis data ekonomi high impact dimarket.
Sangat di sarankan dan dianjurkan selain Analisa Fundamental (rilis data ekonomi) sobat trader perlu juga untuk memperhatikan Analisa Tekhnikal, yaitu dengan membuat level – level psikologis market untuk pair tertentu dengan menggunakan perhitungan Pivot Poin, Support dan Resistance.
Untuk trading dengan analisa tekhnikal tanpa indikator “entry BUY” dapat dilihat di article berikut (https://www.tpfx.co.id/ilmu-trading-buta-blind-trading-naked-chart-tanpa-indikator-entry-buy),
Untuk trading dengan analisa tekhnikal dengan memahami bentuk dan nama candlestick dapat dilihat di article berikut (https://www.tpfx.co.id/trading-bahasa-candlestick-anti-mc/),
Untuk trading dengan style “scalping” jangan bilang jago scalping kalau belum tahu rumusnya, cek di article berikut (https://www.tpfx.co.id/jago-scalping-ini-rumusnya/),
untuk info market tiap pagi bisa di follow ((https://vt.tiktok.com/ZSLGka5rD/),
atau di IG
https://instagram.com/nurhakim9501_goldfather?utm_source=qr&igshid=ZDc4ODBmNjlmNQ%3D%3D),
Rabu 13 September 2023 akan rilis data USD : CPI m/m, CPI y/y & Core CPI m/m yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB (https://www.forexfactory.com/calendar). Efek rilis kedua data inflasi Amerika ini akan memberikan dampak yang cukup besar terhadap pair yang merilis data tersebut, yaitu Dollar Amerika, pastinya akan juga berdampak besar terhadap pair lainnya yang berkaitan dengan mata uang Dollar AS tersebut, yaitu Forex, Indeks dan Gold serta Oil.
CPI m/m = berarti data ini dirilis untuk melihat tingkat inflasi month to month (per bulan)
CPI y/y = berarti data ini dirilis untuk melihat tingkat inflasi year to year (pertahun)
USD : CPI (Consumer Price Index & Core CPI ) yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB (https://www.forexfactory.com/calendar) kita akan bahas satu persatu.
CPI = Consumer Price Index merupakan data ekonomi yang akan memberikan gambaran suatu rata-rata harga barang dan jasa di tingkat konsumen. Dimana rata-rata harga barang dan jasa merupakan tolak ukur dari tingkat inflasi secara keseluruhan. Seperti kita ketahui inflasi sangat penting untuk tolak ukur menguat atau melemahnya mata uang. Pastinya kondisi mata uang erat kaitannya dengan tingkat suku bunga acuan. Tingkat inflasi juga menjadi bahan pertimbangan bagi Bank Sentral Amerika The Fed. dalam mengambil keputusan apakah pada pertemuan nanti suku bunga serta kebijakan moneter dan fiscal saat ini akan tetap di pertahankan, dinaikkan atau bahkan diturunkan.
Untuk data CPI m/m diprediksi sebesar 0,6% sedangkan sebelumnya sebesar 0,2%. Jika data ini dirilis sesuai prediksi maka akan berpengaruh terhadap sikap Bank Sentral AS The Fed yang diprediksi akan sangat agresif di dalam wacana menaikkan tingkat suku bunga lanjutannya, sehingga berpotensi akan menguatkan mata uang Dollar AS.
Untuk data CPI y/y data inflasi tahunan diprediksi akan melonjak kembali, diperkirakan sebesar 3,6% sedangkan pada periode sebelumnya sebesar 3,2%. Data ini merupakan gambaran tingkat inflasi AS tahunan. Jika di rilis sesuai prediksi maka tingkat inflasi AS akan kembali naik, sehingga agresifitas The Fed akan kembali meningkat sehingga menimbulkan opsi mengenai wacana lanjutan kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang.
Sikap ini bisa dikatakan hawkish sehingga akan membuat mata uang Dollar AS akan melanjutkan penguatannya. Namun jika dirilis dibawah prediksi dan dibawah periode sebelumnya, maka sikap agresif The Fed akan memudar sehingga akan menekan Dollar AS melemah.
Jika data inflasi ini dirilis diatas prediksi, maka bisa saja peluang ini di manfaatkan oleh Bank Sentral Amerika The Fed untuk semakin agresif dalam mengambil keputusan dan kebijakan moneter dan fiskal nya terutama mengenai wacana kenaikan suku bunga lanjutan.
Core CPI = Core Consumer Price Index merupakan harga inti (core) dari nilai rata-rata harga barang dan jasa di tingkat konsumen. Untuk harga makanan dan energi menyumbang sekitar ¼ dari keseluruhan nilai CPI namun data ini dianggap oleh para pelaku pasar cenderung fluktuatif sehingga akan sulit menilai arah trend yang sedang berlangsung, oleh karena itu para pelaku pasar lebih focus dan menunggu data inti (core) CPI agar lebih jelas tingkat inflasi yang ada.
Bagi sidang pertemuan ketua Bank Sentral negara bagian di AS dengan ketua Bank Sentral The Fed atau dikenal dengan FOMC, data inti (core) CPI ini juga penting dan menjadi tolak ukur penentuan arah kebijakan moneter yang akan mereka ambil.
Untuk data Core CPI diprediksi akan stabil atau tidak berubah dari data periode sebelumnya. Diprediksi sebesar 0,2% sedangkan data periode sebelumnya sebesar 0,2%. Jika dirilis sesuai prediksi maka akan membuat mata uang Dollar AS tetap menguat. Jika dirilis diatas prediksi dan diatas periode sebelumnya maka akan sangat positive untuk Dollar AS
Semoga informasi mengenai rilis data high impact dan pengertiannya serta efeknya di market ini akan membuat sobat trader lebih yakin dalam prediksi dan Analisa dan lebih percaya diri untuk entry posisi di market.
Happy trading dan selalu utamakan Money Management dan Risk Management agar wede konsisten bisa sobat trader raih.
| AREA | 1 | 2 | 3 |
| SUPPORT | 17855 | 17681 | 17462 |
| PIVOT | 18024 | ||
| RESISTANCE | 18188 | 18372 | 18571 |
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 18222 |
| Profit target level | 18375 |
| Stop Loss Level | 18110 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 17981 |
| Profit Target Level | 17835 |
| Stop Loss Level | 18105 |
| Prev Close |
18.023,5
|
| Average Vol. (3m) | 2.615.774.004 |
| Day’s Range | 18.061,5–18.189 |
| Open | 18.157 |
| 52 WK range | 14.597,31–22.700,85 |

NEWS FLASH
Economic News & Analysis
Emas merosot ke level terendah dalam lebih dari dua minggu pada hari Selasa di tengah kekhawatiran bahwa kebijakan suku bunga tinggi akan berakhir meskipun inflasi saat ini masih relatif tinggi. Harga emas diperdagangkan melemah sebesar 0,8% menjadi $1,907.51
Para pejabat Federal Reserve telah memberi isyarat menjelang pertemuan kebijakan berikutnya bulan ini bahwa mereka dapat bergerak perlahan dalam upaya melawan inflasi karena pasar tenaga kerja melemah dan harga-harga turun dari level tertinggi akibat pandemi.
Itu bisa berarti jeda bulan ini. Namun mereka juga memperingatkan bahwa hal ini mungkin tidak berarti bank sentral selesai menaikkan suku bunga.
“Pada tahap ini, saya percaya kita harus melanjutkan secara bertahap, dengan mempertimbangkan risiko bahwa inflasi akan terlalu tinggi dibandingkan dengan risiko yang terlalu melemahkan perekonomian,” kata Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Lorie Logan.
“Lompatan lagi mungkin tepat saat kita bertemu akhir bulan ini,” tambah Logan. “Tetapi melewatkan hal ini tidak berarti berhenti. Dalam beberapa bulan mendatang, evaluasi lebih lanjut terhadap data dan prospek dapat mengkonfirmasi bahwa kita perlu berbuat lebih banyak untuk memadamkan inflasi.”
Hari ini Biro Statistik Tenaga Kerja AS (US Bureau of Labor Statistic) akan merilis Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Indeks/CPI) sebagai salah satu data ekonomi untuk mengukur laju inflasi. US CPI diperkirakan naik 0,6% menjadi 3,6% untuk periode bulan Agustus menurut dibandingkan data bulan sebelumnya sebesar 3,2%. Jika angka inflasi sesuai atau berada di atas perkiraan pasar, harga emas kemungkinan akan terdepresiasi karena The Fed berpotensi memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga satu kali pada tahun ini.
Greenback menguat terhadap sejumlah mata uang dunia karena yen melemah akibat komentar dari bankir terkemuka Jepang yang menyarankan kemungkinan diakhirinya kebijakan suku bunga negatif.
Indeks dollar (.DXY) naik 0,13%,menjadi 104.55 dan euro turun 0,16% menjadi $1,0731.
Yen Jepang melemah 0,38% terhadap greenback pada 147,16/dollar, sementara sterling terakhir diperdagangkan pada $1,2488, turun 0,17%.
Imbal hasil Treasury AS berada dalam kisaran tertentu setelah lelang 10 tahun, tetap stabil menjelang laporan CPI Departemen Tenaga Kerja.
Obligasi obligasi 10 tahun terakhir naik harganya pada 32/4 menjadi menghasilkan 4,2722%, dari 4,288% .
Harga minyak naik mendekati level tertingginya dalam 10 bulan, didorong oleh prospek pasokan yang lebih ketat dan prospek permintaan global yang cerah dari OPEC, sehingga memperpanjang kenaikan selama musim panas yang mengakibatkan tekanan inflasi. Minyak mentah AS naik 1,78% menjadi $88,84/barrel
Dow Jones Industrial Average naik 51,97 poin, atau 0,15%, menjadi 34,715.69, S&P 500 kehilangan 17,28 poin, atau 0,39%, menjadi 4,470.18 dan Nasdaq Composite turun 114,72 poin, atau 0,82%, menjadi 13.803,18.
Untuk ulasan dan analisa pasar sehari sebelumnya bisa di pelajari melalui link ini,
Prospek Harga Emas Hari Rabu(13/09/23)
Data Perdagangan pada Selasa(13/09)
Open: 1,922.10 High: 1,924.43 Low: 1,907.51 Close: 1,913.05 Range: 14.06
Untuk area Resistance emas akan menguji level harga 1,922.66 dengan dorongan lebih luas menuju area 1,930.65 – 1,939.37
Untuk area support emas akan menguji level harga1,902.77 dengan tekanan lebih dalam menuju area 1,892.37 – 1,884.74
Prospek Harga Minyak Hari Rabu(13/09/23)
Data perdagangan pada Selas(12/09)
Open: 87.25 High: 89.34 Low: 87.20 Close: 88.87 Range: $2.14
Minyak akan menguji area resistance di 89.78 dengan dorongan lebih luas menuju area 90.30 – 91.32
Untuk area support Minyak tetap akan menguji level harga 88.00 dengan tekanan lebih dalam menuju area 87.39 – 86.70
GOLD INTRADAY AREA
R1 1,917 R2 1,930 R3 1,943
S1 1,904 S2 1,896 S3 1,888
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 1,904 |
| Profit Target Level | 1,915 |
| Stop Loss Level | 1,897 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 1,917 |
| Profit Target Level | 1,909 |
| Stop Loss Level | 1,924 |
OIL INTRADAY AREA
R1 89.78 R2 90.30 R3 91.32
S1 88.00 S2 87.39 R3 86.70
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 88.00 |
| Profit Target Level | 90.05 |
| Stop Loss Level | 87.50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 89.78 |
| Profit Target Level | 88.70 |
| Stop Loss Level | 90.28 |
Hang Seng Anjlok memicu melemahnya saham teknologi dan data pinjaman bank baru China tumbuh lebih dari perkiraan
| DAERAH | 1 | 2 | 3 |
| MENDUKUNG | 17837 | 17672 | 17491 |
| POROS | 18029 | ||
| PERLAWANAN | 18208 | 18382 | 18573 |
[ukuran kolom = “1/2” terakhir = “salah”]
| POSISI TERBUKA | MEMBELI |
| tingkat harga | 18088 |
| Tingkat target keuntungan | 18244 |
| Memberikan Tingkat Kerugian | 17967 |
[/kolom] [kolom ukuran = “1/2” terakhir = “benar”]
| POSISI TERBUKA | MENJUAL |
| tingkat harga | 17857 |
| Tingkat Sasaran Keuntungan | 17704 |
| Memberikan Tingkat Kerugian | 17978 |
[/kolom]
| Sebelumnya Tutup | 18.097,5 |
| Rata-rata Jil. (3m) | 2.602.098.155 |
| Rentang Hari | 17.869,5 – 17.987 |
| Membuka | 17.953 |
| sekitar 52 minggu | 14.597,31 – 22.700,85 |

Indeks Nikkei mengalami pelemahan usai Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda menyatakan kemungkinan berakhirnya kebijakan suku bunga negatif setelah target inflasi 2 persen tercapai.
| OPEN POSITION | SELL LIMIT |
| Price Level | 32.817 |
| Profit Target Level | 32.185 |
| Stop Loss Level | 33.300 |
NEWS FLASH
Economic News & Analysis
Emas mengawali minggu ini dengan catatan positif. Emas menguat secara terbatas pada hari Senin setelah indeks dollar melemah sebesar 0,59%. Fokus pasar masih tertuju pada hasil laporan inflasi AS yang akan di rilis pada hari Rabu(13/09) yang akan memberikan pengaruh terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve.
The Fed, masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut, berjanji akan tetap tangkas dalam menanggapi data ekonomi. Pasar keuangan pada dasarnya telah mengalami jeda suku bunga pada akhir pertemuan kebijakan moneter tanggal 19-20 September, setelah itu jalurnya menjadi kurang pasti, menurut alat FedWatch CME.
Harga emas di pasar bertambah 0,2% menjadi $1,922.50.
Di tempat lain, komentar dari Gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ) Kazuo Ueda meningkatkan kemungkinan bahwa Jepang dapat mulai menjauh dari era suku bunga negatif. Dolar melemah terhadap sejumlah mata uang dunia, karena para pedagang menantikan tanda-tanda “soft landing” ekonomi, sementara Yen melonjak menyusul komentar Ueda.
Indeks dollar saat ini berada di area 104.53 dan euro naik 0,48% menjadi $1,075.
Yen Jepang menguat 1,01% terhadap greenback pada 146,35/dollar, sementara Sterling terakhir diperdagangkan pada $1,2543, naik 0,63%.
Imbal hasil Treasury AS naik tipis menjelang laporan CPI. obligasi 10-tahun terakhir turun di area harga 4,288%, dari 4,256%. Obligasi 30 tahun terakhir turun harganya pada 23/32 menjadi menghasilkan 4,3753%, dari 4,332%.
Harga minyak membalikkan penurunan sebelumnya, melanjutkan kenaikan karena kekhawatiran pasokan yang timbul dari pengurangan produksi di Saudi dan Rusia. Minyak mentah AS naik 0,14% menjadi $87,63/barrel
Untuk ulasan dan analisa pasar sehari sebelumnya bisa di pelajari melalui link ini,
Prospek Harga Emas Hari Selasa(12/09/23)
Data Perdagangan pada Senin(11/09)
Open: 1,919.31 High: 1,930.64 Low: 1,916.58 Close: 1,922.33 Range: 14.06
Untuk area Resistance emas masih belum mengalami perubahan, emas tetap akan menguji level harga 1,930.65 dengan dorongan lebih luas menuju area 1,939.37.74- 1,946.90
Untuk area support emas akan menguji level harga1,912.60 dengan tekanan lebih dalam menuju area 1903.70 – 1,894.45
Prospek Harga Minyak Hari Selasa(12/09/23)
Data perdagangan pada Senin(11/09)
Open: 87.28 High: 88.13 Low: 86.70 Close: 87.27 Range: $1.79
Minyak akan menguji area resistance di 88.40 dengan dorongan lebih luas menuju area 89.80 – 90.19
Untuk area support Minyak tetap akan menguji level harga 86.60 dengan tekanan lebih dalam menuju area 85.90 – 84.16
GOLD INTRADAY AREA
R1 1,927 R2 1,940 R3 1,953
S1 1,914 S2 1,906 S3 1,898
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 1,914 |
| Profit Target Level | 1,925 |
| Stop Loss Level | 1,907 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 1,927 |
| Profit Target Level | 1,919 |
| Stop Loss Level | 1,934 |
OIL INTRADAY AREA
R1 88.40 R2 89.80 R3 90.19
S1 86.60 S2 85.90 R3 84.16
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 86.60 |
| Profit Target Level | 87.55 |
| Stop Loss Level | 86.10 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 88.40 |
| Profit Target Level | 87.35 |
| Stop Loss Level | 88.90 |
PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220
Hubungi Kami
Download TPFx Mobile Apps
WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77
Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.
Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.
Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi
PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220
Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)
WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77
Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.
Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.
Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy