Market Summary
ADP Employment Change menjadi fokus utama pelaku pasar menjelang rilis data tenaga kerja AS. Investor menggunakan indikator ini untuk membaca kekuatan pasar tenaga kerja sebelum laporan Non-Farm Payrolls resmi dirilis.
Untuk periode April, data ADP Employment Change diperkirakan berada di level 118K, meningkat dari angka sebelumnya di 62K. Proyeksi ini menunjukkan potensi perbaikan kondisi tenaga kerja, meski pasar tetap menunggu angka aktual sebagai konfirmasi arah ekonomi.
Yen Menguat di Tengah Spekulasi Intervensi Jepang
Pergerakan USD/JPY mengalami tekanan setelah yen menguat signifikan ke kisaran 155,93 per dolar AS. Mata uang Jepang bahkan sempat melonjak dari 157,77 ke 155 dalam waktu singkat.
Kenaikan tajam ini terjadi di tengah likuiditas tipis akibat libur di Jepang. Pelaku pasar juga mencatat adanya penawaran besar di area 156, yang memperkuat dugaan adanya intervensi dari otoritas Jepang.
Pemerintah Jepang Perkuat Sinyal Intervensi
Spekulasi intervensi semakin kuat setelah laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Jepang telah menggelontorkan hingga 35 miliar dolar AS untuk menopang yen. Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menegaskan bahwa pemerintah siap mengambil langkah tegas terhadap pergerakan spekulatif.
Ia menyampaikan bahwa tindakan akan dilakukan sesuai kesepakatan dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini memperkuat ekspektasi bahwa intervensi dapat kembali muncul jika volatilitas meningkat.
Pelaku pasar juga melaporkan bahwa bank-bank agen tetap siaga untuk menerima instruksi intervensi kapan saja.
Dolar Melemah akibat Sentimen Geopolitik
Dolar AS berada dalam tekanan setelah indeks dolar turun mendekati level 98. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya optimisme terhadap potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyatakan bahwa gencatan senjata masih berlangsung. Menteri Luar Negeri Marco Rubio menambahkan bahwa operasi ofensif telah dihentikan. Presiden Donald Trump juga mengumumkan jeda sementara di Selat Hormuz untuk membuka ruang negosiasi lanjutan.
Penurunan harga minyak turut meredakan kekhawatiran inflasi dan mengurangi tekanan bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
USD/JPY Berpotensi Volatil Jelang Rilis Data
Menjelang rilis ADP Employment Change, pergerakan USD/JPY cenderung volatil. Kombinasi antara spekulasi intervensi Jepang dan ekspektasi data tenaga kerja AS membuat arah pasar masih belum stabil.
Jika data aktual lebih kuat dari perkiraan, dolar berpotensi mendapatkan dukungan. Sebaliknya, jika hasilnya lebih lemah, tekanan terhadap dolar bisa berlanjut dan memperkuat yen dalam jangka pendek.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih cenderung bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 156,80. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan tetap terbuka untuk menguji support di 155,00, kemudian 154,50, hingga 154,00.
Sebagai skenario alternatif, jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas 156,80, maka peluang kenaikan dapat berlanjut dengan target resistance di 157,15 hingga 157,55.
Resistance 1: 156,80 Resistance 2: 157,15 Resistance 3: 157,55
Support1: 155,00 Support 2: 154,50 Support 3: 154,00
Baca juga: Peluang Trading AUD/USD Pasca Keputusan RBA
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan emas pada H4 masih berada dalam fase downtrend, tercermin dari struktur lower high dan posisi harga yang konsisten di bawah SMA 50 yang kini berfungsi sebagai resistance dinamis. Setelah sempat menyentuh area 4.500, harga memang menunjukkan reaksi pantulan, namun kenaikan tersebut masih terlihat sebagai koreksi selama belum mampu menembus area 4.618–4.660 yang menjadi zona supply sekaligus berdekatan dengan SMA 50.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan pelemahan setelah gagal bertahan di atas 106,56 dan mulai membentuk pola lower high, yang mengindikasikan tekanan bearish mulai dominan. Harga juga telah menembus ke bawah area 101,46 yang bertepatan dengan SMA 50, sehingga memperkuat sinyal perubahan arah jangka pendek menjadi bearish.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan AUD/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan pivot di 0.7185. Harga yang bertahan di bawah level ini membuka peluang turun ke 0.7130. Penurunan dapat berlanjut ke 0.7110 hingga 0.7100.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal menembus area resistance 4.618–4.660, dengan harga bergerak di bawah SMA 50 yang mulai menurun dan membentuk struktur lower high. Tekanan jual semakin terlihat setelah harga menembus area 4.560 dan saat ini mengarah ke support 4.482, yang menjadi level kunci dalam jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil rebound dari area support 98,36 dan kembali bergerak di atas MA yang mulai mengarah naik, mencerminkan perubahan momentum ke sisi atas. Saat ini harga sedang menguji resistance 106,56, dan jika mampu ditembus secara konsisten, potensi kenaikan dapat berlanjut menuju 111,20 hingga 113,25 sebagai target berikutnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 101,00. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka, di mana saat ini harga sedang menguji area resistance terdekat di 106,00. Jika berhasil menembus dan bertahan di atas level tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut menuju resistance berikutnya di 108,50 hingga 110,30.
Pergerakan emas masih dalam bias bearish setelah sempat mencoba rebound namun tertahan di resistance 4667, yang kini menjadi level kunci penahan kenaikan. Penolakan di area tersebut memicu koreksi lanjutan dan harga kembali turun menguji support 4586.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan harga terkoreksi setelah tertahan di resistance 106,56, namun tekanan turun masih terbatas karena harga tetap bertahan di atas SMA 50 yang bertepatan dengan support 98,36. Selama area ini tidak ditembus, bias masih cenderung bullish dengan potensi harga kembali menguat untuk menguji 106,56, dan jika berhasil ditembus maka membuka peluang kenaikan lanjutan menuju 111,20 hingga 113,25. Sebaliknya, penembusan di bawah 98,36 akan mengubah outlook menjadi lebih bearish dengan potensi penurunan ke 94,52 hingga 92,63.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga sempat membentuk low baru di area 4.510 sebelum akhirnya mengalami rebound dan menembus area 4.580–4.605 yang kini beralih menjadi support. Meskipun demikian, kenaikan tersebut belum mampu mengubah struktur tren secara keseluruhan karena harga masih tertahan di bawah resistance 4.667 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga bias pergerakan masih cenderung bearish dengan pola lower high yang tetap terjaga.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sebelumnya menunjukkan kenaikan tajam hingga menguji area resistance 111,20, namun penguatan tersebut tertahan di level tersebut sehingga memicu koreksi. Setelah itu, harga membentuk support baru di kisaran 103,28, yang kini menjadi area kunci dalam menjaga momentum bullish jangka pendek. Meskipun terjadi tekanan turun, harga masih bergerak di atas SMA 50 yang berdekatan dengan support berikutnya di 98,36, sehingga struktur bullish belum sepenuhnya patah.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD berpotensi bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3475. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 1.3525, kemudian 1.3540, hingga 1.3565.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah harga menembus area support kuat di 4.630 yang kini berubah menjadi resistance. Penurunan berlanjut hingga mendekati area demand di kisaran 4.510–4.483, dengan struktur lower high dan lower low yang masih terjaga, mengindikasikan tren turun belum berakhir.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish yang solid setelah harga berhasil menembus resistance 101,78 dan 105,56, yang kini beralih fungsi menjadi area support. Struktur higher high dan higher low semakin menguat, dengan harga bergerak stabil di atas moving average, menandakan dominasi buyer masih terjaga. Saat ini harga sedang mendekati resistance kunci di 111,20, sehingga potensi kenaikan masih terbuka selama tidak kembali turun di bawah 105,56.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, dengan level pivot di 4.610. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, peluang penurunan masih terbuka. Saat ini, harga sedang menguji support terdekat di 4.555. Jika level ini berhasil ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju support berikutnya di area 4.530 hingga 4.480.
