Market Summary
Peluang Trading USD/JPY menjadi perhatian pasar menjelang Simposium Jackson Hole. Pasangan USD/JPY bergerak dalam rentang terbatas di sekitar 159,30 pada perdagangan Kamis sesi Eropa. Investor cenderung menahan posisi sambil menunggu pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh pada Jumat.
Pidato Kevin Warsh menjadi fokus utama karena komentarnya dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed. Pesan yang lebih hawkish berpotensi memperkuat dolar AS. Sebaliknya, nada yang lebih dovish dapat kembali menekan dolar dan memberi ruang bagi yen untuk menguat.
Jackson Hole juga menjadi momentum penting bagi pasar untuk membaca arah kebijakan moneter AS. Investor akan mencermati pandangan The Fed mengenai inflasi, suku bunga, serta risiko terhadap kredibilitas kebijakan moneter.
Dolar AS Mendapat Dukungan dari Data Inflasi
Indeks Dolar AS masih bertahan di sekitar 99,15 setelah menguat tajam pada perdagangan Rabu. Penguatan tersebut muncul setelah rilis data Personal Consumption Expenditure (PCE) Amerika Serikat untuk Juli.
Data tersebut menunjukkan tekanan harga masih cukup kuat. Inflasi PCE utama tercatat 3,7% secara tahunan, sedikit di atas konsensus 3,6%. Sementara itu, inflasi inti PCE mencapai 3,3% secara tahunan dan sesuai dengan perkiraan pasar.
Data inflasi tersebut kembali menjaga peluang kenaikan suku bunga The Fed. Pasar melihat tekanan harga yang masih tinggi dapat membuat bank sentral AS mempertahankan sikap ketat lebih lama.
Kenaikan imbal hasil Treasury AS juga ikut memberikan dukungan bagi dolar. Jika Kevin Warsh memberikan sinyal bahwa The Fed masih fokus mengendalikan inflasi menuju target 2%, dolar berpotensi mendapat tambahan tenaga.
Fokus Pasar Beralih ke Kebijakan Bank of Japan
Dari Jepang, perhatian pasar mulai mengarah ke pertemuan Bank of Japan (BoJ) pada September. Pasar kini memperkirakan BoJ berpotensi menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%.
Perubahan ekspektasi tersebut cukup signifikan dibandingkan survei sebelumnya. Berdasarkan jajak pendapat Reuters pada 17-24 Agustus, sebanyak 57% ekonom memperkirakan BoJ akan menaikkan suku bunga pada September. Angka tersebut meningkat tajam dari hanya 5% dalam jajak pendapat Juli.
Kondisi tersebut dapat memberikan dukungan bagi yen jika BoJ memberikan sinyal yang lebih tegas mengenai normalisasi kebijakan moneter. Namun, pasar tidak hanya mencermati keputusan suku bunga. Investor juga akan melihat bagaimana BoJ menjelaskan prospek ekonomi dan kebijakan setelah pertemuan September.
Perbedaan Kebijakan The Fed dan BoJ Jadi Kunci
Pergerakan USD/JPY saat ini sangat dipengaruhi oleh perbedaan arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan Jepang. Jika The Fed memberikan sinyal hawkish sementara BoJ tetap berhati-hati, selisih ekspektasi suku bunga dapat kembali mendukung dolar terhadap yen.
Sebaliknya, jika Kevin Warsh menunjukkan sikap yang lebih lunak dan BoJ semakin tegas untuk menaikkan suku bunga, yen berpeluang mendapat dorongan penguatan. Kondisi tersebut dapat membuka ruang bagi USD/JPY untuk mengalami koreksi.
Karena itu, pasar perlu mencermati dua faktor utama. Pertama, pesan Kevin Warsh di Jackson Hole. Kedua, perubahan ekspektasi terhadap kebijakan BoJ pada September.
Peluang Trading USD/JPY Perlu Mencermati Jackson Hole
Peluang Trading USD/JPY masih sangat bergantung pada arah dolar AS setelah pidato Kevin Warsh. Selama pasar melihat The Fed tetap agresif dalam mengendalikan inflasi, dolar memiliki peluang mempertahankan kekuatannya.
Namun, penguatan yen dapat muncul jika BoJ semakin jelas mengarah pada kenaikan suku bunga. Kenaikan ekspektasi tersebut sudah terlihat dari perubahan hasil survei ekonom dalam beberapa pekan terakhir.
Dengan kondisi tersebut, trader sebaiknya memperhatikan respons USD/JPY setelah pidato Kevin Warsh. Pergerakan harga setelah acara Jackson Hole dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah berikutnya.
Untuk jangka pendek, pasar berpotensi bergerak volatil karena investor menghadapi dua katalis moneter sekaligus. The Fed menjadi penggerak utama dari sisi dolar, sedangkan ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ menjadi faktor penting dari sisi yen.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/JPY masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 159,24. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpeluang berlanjut dengan target penurunan menuju support 158,58, kemudian 158,38, hingga 158,18.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga bergerak naik dan menembus level 159,42, USD/JPY berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance 159,76 hingga 159,96.
Resistance 159,42 Resistance 2: 159,76 Resistance 3: 159,96
Support1: 158,58 Support 2: 158,38 Support 3: 158,18
Baca juga: Peluang Trading Emas Jelang Data PCE AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.






Pergerakan XAU/USD pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish setelah harga bertahan di atas SMA 50, meski saat ini mengalami koreksi dari area 4.697. Selama harga tetap bertahan di atas support 4.573–4.541, peluang bullish masih terbuka untuk kembali menguji resistance 4.660 dan 4.697, dengan target lanjutan 4.746 jika 4.697 berhasil ditembus.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 cenderung bearish setelah harga menembus ke bawah trendline naik dan bergerak di bawah SMA 50. Selama harga tertahan di bawah resistance 82,68–84,28, tekanan jual masih berpotensi berlanjut untuk menguji support 79,88, kemudian 77,74 dan 76,51.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berpeluang melanjutkan tren bullish, dengan level pivot di 4.619. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 4.735, kemudian 4.767 hingga 4.798.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish dengan harga bertahan di atas MA 50 dan struktur kenaikan yang tetap terjaga. RSI(14) berada di 66,86, menunjukkan momentum beli masih cukup kuat meski mulai mendekati area overbought.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sebelumnya menunjukkan tren naik, dengan harga bergerak di atas SMA 50 dan sempat menguji area resistance 85,79. Namun, tren tersebut kemudian berbalik melemah setelah harga turun menembus SMA 50 dan support 82,68, yang menandakan meningkatnya tekanan jual.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot di 68,86. Selama harga masih bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target penurunan menuju area support 66,28, kemudian 65,58, hingga 64,87.
Harga emas masih bergerak dalam tren bullish setelah menembus resistance 4.625 dan bertahan di atas area tersebut. Posisi harga yang berada jauh di atas SMA 50 mengindikasikan momentum kenaikan masih kuat, meski RSI 14 di 73,84 menunjukkan kondisi overbought sehingga peluang koreksi tetap terbuka.
Harga US Oil masih bergerak dalam tren bullish setelah berhasil bertahan di atas SMA 50 dan support 84,28. Saat ini harga sedang mengalami koreksi, namun RSI 14 di 50,17 menunjukkan momentum masih relatif netral sehingga ruang untuk kembali menguat masih terbuka.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat US Oil masih berpotensi bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 86,60. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan bearish masih berpeluang berlanjut dengan support terdekat di 84,80. Jika support ini ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju 83,90 hingga 83,15.
