Market Summary
Dalam beberapa pekan terakhir, pasar global menunjukkan pergerakkan yang cukup kontras. Nilai dollar Amerika Serikat terus menguat, sementara harga emas justru mengalami tekanan meskipun resiko geopolitik di Timur Tengah meningkat.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mendasar, “Mengapa logam mulia yang selama ini dikenal sebagai aset safe haven justru sedikit tertahan ?”. Para analis menilai bahwa kombinasi faktor fundamental, kebijakan moneter, sentimen investor, dan dinamika geopolitik yang sedang berlangsung, turut mempengaruhi keputusan yang diambil oleh para investor / fund manager.
Daya tarik suku bunga tinggi
Saat ini, Federal Reserve masih berhati-hati terhadap keputusannya untuk menurunkan suku bunga acuan, meskipun ada harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebelum akhir tahun. Data ekonomi Amerika Serikat yang kuat ; seperti inflasi yang belum turun signifikan dan tenaga kerja yang tetap solid, membuat pasar mengurangi ekspektasinya tersebut. Alhasil, imbal hasil obligasi Amerika Serikat (yield Treasury) tetap tinggi. Dan ini menjadi daya tarik utama bagi para investor global untuk kembali menempatkan dana mereka ke aset berdenominasi dollar, terutama untuk tujuan investasi jangka pendek.
Ekonomi Amerika masih lebih unggul di bandingkan kawasan lainnya
Dalam kondisi terpisah, Eropa dan Asia tengah menghadapi tantangan ekonomi yang berat ; mulai dari stagnasi pertumbuhan, inflasi yang terkendali, hingga pelonggaran kebijakan moneter oleh ECB, BoJ, dan bank sentral lainnya. Dan ini berbanding terbalik dengan Amerika Serikat yang masih menunjukkan daya tahan ekonomi yang kuat. Hal ini membuat posisi nilai dollar Amerika semakin kokoh. Ketimpangan ini membuat arus modal global kembali mengalir ke pasar Amerika Serikat sekaligus menambah tekanan terhadap harga emas yang sebelumnya naik secara signifikan.
Fokus pasar tertuju pada harga minyak dunia
Sementara itu, pasar energi kini menjadi sorotan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz, membuat pasar minyak mengalami lonjakan volatilitas. Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi sekitar 20% pasokan minyak global, berpotensi kehilangan lebih dari 18 juta barel per hari dari pasar dunia, apabila jadi ditutup.
Harga minyak Brent dan WTI yang naik lebih dari 20% sejak awal Juni kemarin, mencerminkan kekhawatiran atas gangguan pasokan. Namun demikian, para analis dari JPMorgan menilai probabilitas penutupan selat Hormuz masih rendah, sekitar 15–17% dan reli harga yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh kekhawatiran jangka pendek ketimbang realisasi gangguan.
Meski demikian, lonjakan harga minyak tetap menjadi risiko besar bagi inflasi global dan bisa memengaruhi arah kebijakan moneter, termasuk memperlambat proses penurunan suku bunga oleh The Fed dan bank sentral lainnya.
Prospek harga emas JUM’AT | 20 Juni 2025

Secara technical, harga emas kini tengah berada dalam zona abu-abu (grey zone). Dan ini berpotensi terjadinya tarik menarik antara pihak buyer & seller. Disentuhnya level D (3347.37) kemarin, berpotensi dapat mendorong harga emas menuju level C (3396.83).
Namun hal yang harus diwaspadai, kondisi base yang sudah terbentuk dalam 2 hari terakhir, memungkinkan terjadinya tekanan lanjutan (Drop Base Drop) menuju area inefficiency di imbalance 3331.29 – 3338.56 atau order block 3319.30 – 3331.29.
GOLD SUGGESTION
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3379.30 |
| Profit Target Level | 3396.83 |
| Stop Loss Level | 3361.00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3361.62 |
| Profit Target Level | 3338.56 |
| Stop Loss Level | 3383.61 |
Prospek harga oil JUM’AT | 20 Juni 2025

Ascending triangle yang terbentuk pada TF H1, memberikan sinyalemen bahwa dalam beberapa waktu ke depan harga minyak dunia masih berpotensi untuk naik. Level 61.8% di 73.00 merupakan area ideal untuk membuka posisi beli dengan target minimal di 75.56.
OIL SUGGESTION
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 73.00 |
| Profit Target Level | 75.56 |
| Stop Loss Level | 71,83 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 74.51 |
| Profit Target Level | 73.00 |
| Stop Loss Level | 75.71 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!




Pergerakan harga emas pada grafik H4 saat ini tertahan di sekitar area support 3.366 dengan posisi bergerak di atas SMA 50. Namun, RSI yang berada di level 45 cenderung mengindikasikan tekanan bearish yang masih mendominasi.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih bergerak dalam tren naik di atas SMA 50 dan saat ini sedang menguji area resistance 74,18 dengan RSI berada di level 64 yang menunjukkan momentum bullish masih terjaga.



Pergerakan emas pada grafik H4 terlihat mencoba bertahan di atas area support 3.380 dengan dukungan garis SMA 50 yang berada di sekitar level 3.366. Selama harga mampu bertahan di atas SMA 50 dan support tersebut, peluang rebound menuju area resistance 3.403 tetap terbuka, dengan target lanjutan di 3.419 dan 3.430.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 melanjutkan tren naik setelah berhasil menembus area konsolidasi dan kini diperdagangkan di atas level Fibonacci 61,8% di 72,05. Area support terdekat berada di 72,05, diikuti oleh 71,32 pada level Fibonacci 50%, dan 70,45 pada level Fibonacci 38,2%. Selama harga bertahan di atas area support tersebut, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka dengan target menuju resistance 74,84, 77,12, dan 79,16 yang merupakan area ekstensi Fibonacci 161,8%.


Pergerakan harga emas pada time frame H4 terlihat harga saat ini mengalami koreksi setelah mencapai resistance di sekitar level 3.451. Tekanan jual membawa harga turun ke bawah 3.403, yang sebelumnya berfungsi sebagai support dan kini menjadi resistance terdekat. Meskipun demikian, tren jangka menengah masih dalam bias bullish selama harga bertahan di atas area support penting 3.380, yang juga berdekatan dengan garis SMA 50 sebagai penopang dinamis.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan pola konsolidasi setelah reli tajam dan sempat menyentuh resistance di sekitar 74,59. Saat ini harga terkoreksi, namun masih bertahan di atas zona support 69,21–67,85. Posisi ini juga tetap berada di atas garis SMA 50 yang mengarah naik. Kondisi tersebut menandakan tren jangka menengah masih bullish.
