Saham AI Wall Street kembali menjadi sorotan pasar global setelah reli sektor teknologi mendorong indeks saham Amerika Serikat mencetak rekor baru pada perdagangan Kamis. Optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau AI membuat investor terus memburu saham teknologi, sementara dolar AS dan harga minyak ikut menguat di tengah fokus pasar terhadap pertemuan Amerika Serikat dan China.
Reli Saham Teknologi Dorong Wall Street
Indeks saham utama di Wall Street menguat tajam berkat kenaikan saham perusahaan teknologi besar. Indeks S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor penutupan tertinggi setelah sektor AI memimpin penguatan pasar.
Saham NVIDIA melonjak lebih dari 4% setelah laporan menyebutkan pemerintah AS mengizinkan sekitar 10 perusahaan China membeli chip AI H200 milik perusahaan tersebut. Penguatan juga terjadi pada saham Cisco yang melesat lebih dari 13% setelah perusahaan merilis laporan keuangan dan mengumumkan pengurangan tenaga kerja.
Sentimen positif terhadap teknologi membuat investor tetap agresif masuk ke pasar saham. Pelaku pasar menilai tren AI masih memiliki ruang kenaikan yang besar sehingga minat terhadap saham teknologi terus meningkat.
Dow Jones naik 0,75% ke level 50.063,46. Sementara S&P 500 menguat 0,77% ke 7.501,24 dan Nasdaq melonjak 0,88% ke 26.635,22.
Pertemuan Trump dan Xi Jinping Jadi Fokus Pasar
Selain reli teknologi, investor juga memantau pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Xi Jinping memperingatkan bahwa perbedaan pandangan mengenai Taiwan dapat membawa hubungan kedua negara menuju konflik yang berbahaya. Di sisi lain, Donald Trump mengatakan China setuju membeli 200 pesawat buatan Boeing. Kesepakatan tersebut menjadi pembelian pertama pesawat komersial AS oleh China dalam hampir satu dekade.
Pasar berharap pertemuan kedua pemimpin negara tersebut dapat membantu menjaga stabilitas hubungan dagang global di tengah ketegangan geopolitik yang masih tinggi.
Dolar AS Menguat Setelah Data Ekonomi Solid
Dolar AS kembali menguat setelah data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan konsumsi masyarakat masih stabil. Data penjualan ritel bulan lalu sesuai perkiraan pasar dan memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan belum akan memangkas suku bunga tahun ini.
Data retail sales AS naik 0,5% pada April sesuai ekspektasi pasar, setelah bulan sebelumnya direvisi menjadi 1,6%. Penjualan di SPBU melonjak 2,8% akibat kenaikan harga bensin yang dipicu perang Iran. Kondisi tersebut menunjukkan belanja konsumen AS masih tetap kuat meski tekanan inflasi meningkat.
Indeks dolar naik 0,43% ke level 98,89. Sementara euro turun ke USD1,1668 dan dolar AS menguat terhadap yen Jepang ke level 158,38.
Lonjakan harga minyak akibat perang Iran juga meningkatkan tekanan inflasi AS. Kondisi tersebut membuat pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga tambahan oleh Federal Reserve pada akhir tahun.
Krisis Politik Inggris Tekan Poundsterling
Poundsterling melemah hampir 1% setelah pasar mencermati tekanan politik di Inggris. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadapi tantangan kepemimpinan setelah partainya mengalami kekalahan besar dalam pemilu regional pekan lalu.
Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting menyatakan mundur dan mengaku kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Starmer. Namun, Menteri Pendidikan Inggris Bridget Phillipson mengatakan kabinet masih memberikan dukungan kepada Starmer.
Meski data ekonomi Inggris menunjukkan pertumbuhan pada Maret, ketidakpastian politik tetap membebani nilai tukar poundsterling.
Harga Minyak Naik Akibat Konflik Iran
Harga minyak dunia bergerak lebih tinggi setelah meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global. Serangan terhadap kapal dan penyitaan kapal lain memicu kekhawatiran pasar terhadap keamanan distribusi minyak dunia.
Media pemerintah Iran melaporkan sekitar 30 kapal berhasil melintasi Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi global. Minyak mentah AS naik hingga USD102,09 per barel, sementara Brent diperdagangkan di USD106,68 per barel.
Kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi global tetap tinggi dan menopang penguatan dolar AS.
Harga Emas Turun Tertekan Penguatan Dolar
Harga emas dunia melemah setelah dolar AS menguat dan ekspektasi suku bunga AS meningkat. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik logam mulia bagi investor.
Harga emas spot turun 0,9% ke USD4.652,46 per ons, sedangkan kontrak berjangka emas turun 1,1% ke USD4.655,35 per ons. Harga perak dan platinum juga terkoreksi tajam pada perdagangan Kamis.
Pasar menilai lonjakan inflasi akibat kenaikan harga minyak membuat peluang penurunan suku bunga Federal Reserve semakin kecil. Di tengah kondisi tersebut, Saham AI Wall Street tetap menjadi pendorong utama penguatan pasar saham global.
Prospek Harga Emas Jumat | 15 Mei 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 4684 dan kembali bergerak di bawah garis SMA 50. Pelemahan ini membuka peluang penurunan lanjutan menuju support 4618, kemudian 4586 hingga 4560 jika tekanan jual semakin kuat.
Sementara itu, indikator RSI berada di kisaran 43 yang menunjukkan momentum masih cenderung lemah dan mendukung potensi koreksi lebih lanjut. Namun, jika harga mampu kembali naik dan menembus area 4684, maka peluang penguatan menuju 4720 hingga 4770 masih terbuka.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.684 R2 4.720 R3 4.770
S1 4.618 S2 4.586 S3 4.560
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.590 |
| Profit Target Level | 4.630 |
| Stop Loss Level | 4.550 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.675 |
| Profit Target Level | 4.630 |
| Stop Loss Level | 4.700 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 15 Mei 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal mempertahankan kenaikan di atas area resistance 98,98 – 100,50 dan kembali bergerak di bawah garis SMA 50. Koreksi ini juga terjadi setelah harga menembus garis uptrend jangka pendek, sehingga membuka peluang pelemahan lanjutan menuju support 95,02, kemudian 93,67 hingga 91,84.
Sementara itu, indikator RSI berada di kisaran 49 yang menunjukkan momentum cenderung netral namun masih rentan melemah selama harga bertahan di bawah SMA 50. Namun, jika harga mampu kembali naik menembus area 98,98 hingga 100,50, maka peluang penguatan menuju resistance 102,62 masih dapat terbuka.
US Oil INTRADAY AREA
R1 98,98 R2 100,50 R3 102,62
S1 93,67 S2 91,84 S3 89,72
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 95,10 |
| Profit Target Level | 97,00 |
| Stop Loss Level | 93,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 97,70 |
| Profit Target Level | 95,10 |
| Stop Loss Level | 100,60 |
Baca analisa sebelumnya: Inflasi AS Memanas, Wall Street Bergerak Mixed
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
