Harga Emas Naik Lebih dari 1% pada Kamis
Harga emas naik lebih dari 1% pada perdagangan Kamis. Logam mulia ini pulih setelah sempat menyentuh level terendah dalam sepekan. Pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak menjadi pendorong utama harga emas naik .
Harga emas naik setelah sebelumnya sempat melemah pada Rabu pasca Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan. Insiden ini menjadi eskalasi terbesar antara kedua negara sejak mereka menandatangani kesepakatan damai sementara bulan lalu. Presiden Donald Trump kemudian meredakan kekhawatiran pasar. Ia menyebut Teheran telah menghubungi Washington dan menyatakan keinginan untuk membuat kesepakatan baru. Trump menambahkan bahwa dirinya masih ragu apakah Iran benar-benar layak diajak bernegosiasi dan bisa dipercaya untuk menepati kesepakatan tersebut.
Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas
Militer AS melancarkan serangan ke sekitar 170 target di Iran pada Selasa dan Rabu. Serangan ini menyasar sistem pertahanan udara, gudang rudal dan drone, serta lebih dari 60 kapal kecil milik Korps Garda Revolusi Islam. Aksi ini merupakan balasan atas serangan terhadap tiga kapal tanker komersial.
Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di kawasan tersebut. Media pemerintah Iran melaporkan kejadian ini pada Kamis. Trump, yang saat itu menghadiri KTT NATO di Turki, meningkatkan tekanan retorikanya terhadap Iran. Ia menegaskan bahwa gencatan senjata antara kedua negara sudah berakhir dan mengaku enggan berurusan lagi dengan Teheran.
Serangan susulan Iran menyasar infrastruktur militer AS di negara-negara Teluk pada Kamis. Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di kompleks makam Mashhad. Beberapa ledakan juga terdengar di sejumlah wilayah Iran, termasuk Bushehr, lokasi salah satu pembangkit nuklir negara tersebut.
The Fed Masih Terpecah Soal Arah Suku Bunga
Notulen rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 16-17 Juni menunjukkan perpecahan pandangan di antara pembuat kebijakan. Beberapa anggota mendorong kenaikan suku bunga segera. FOMC akhirnya memutuskan mempertahankan suku bunga acuan, namun dot plot terbaru menunjukkan sikap hawkish karena kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak imbas konflik Timur Tengah.
Sebagian besar anggota FOMC melihat peluang inflasi kembali menuju target 2% secara alami. Di sisi lain, sebagian anggota lainnya khawatir inflasi tetap tinggi akibat permintaan kuat terkait kecerdasan buatan, perang Iran, atau dampak tarif dagang.
Presiden The Fed New York, John Williams, menyampaikan pandangannya pada Kamis. Ia mengatakan tidak memperkirakan kenaikan harga energi yang berkelanjutan sepanjang tahun ini, meskipun konflik AS-Iran kembali memanas.
Harga Minyak Turun di Tengah Kekhawatiran Permintaan
Harga minyak turun sekitar 2% pada Kamis. Pelaku pasar mengkhawatirkan kenaikan inflasi dan perlambatan ekonomi dapat menekan permintaan minyak global, meski pasokan tetap ketat akibat konflik AS-Iran yang menghambat pembukaan penuh Selat Hormuz. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati selat ini sebelum perang berlangsung.
Brent futures turun $1,72 atau 2,2% ke $76,30 per barel. Minyak mentah WTI turun $1,44 atau 2,0% ke $72,08 per barel. Sehari sebelumnya, kedua kontrak ini justru mencatat penutupan tertinggi dalam tiga pekan terakhir.
Dolar Melemah, Mata Uang Utama Bergerak Variatif
Indeks Dolar AS (DXY) mempertahankan tren bearish untuk hari kedua berturut-turut pada Kamis. Indeks ini sempat memantul dari level terendah sebelum kembali menguji area 101,00. Data inflasi CPI yang dijadwalkan rilis 14 Juli akan menjadi perhatian pasar berikutnya.
EUR/USD mencatat kenaikan harian kedua secara beruntun, meski penguatan tertahan di sekitar 1,1450. GBP/USD gagal mempertahankan penguatan awal menuju level 1,3430 dan kembali tertekan ke area 1,3400. USD/JPY mengalami stagnasi pemulihan mingguan akibat pelemahan dolar dan kekhawatiran intervensi mata uang Jepang.
AUD/USD melanjutkan penguatan dan mendekati level 0,6950, didukung pelemahan dolar AS. USD/CAD justru tergelincir ke area 1,4150, melanjutkan tren turun selama empat hari berturut-turut.
Wall Street Menghijau, Saham Chip Melesat
Bursa saham AS menguat pada Kamis. Saham produsen chip melonjak signifikan, sementara kondisi kredit membaik. Indeks S&P 500 naik 0,5%, Nasdaq 100 melesat 1,3%, dan Dow Jones bertambah 200 poin.
Saham produsen chip memori melonjak tajam setelah pasar mempertimbangkan ulang prospek spekulatif produsen infrastruktur AI. Rencana penerbitan ADR SK Hynix turut mendorong sentimen ini, dengan permintaan investor mencapai tujuh kali lipat dari jumlah yang ditawarkan. Saham Micron dan Sandisk masing-masing melonjak 7%.
Harga minyak dan imbal hasil obligasi mereda seiring kapal tanker yang tetap melintasi Selat Hormuz meski serangan AS-Iran berlanjut. Kondisi ini turut mengangkat saham sektor keuangan, termasuk Morgan Stanley, Goldman Sachs, dan American Express, yang masing-masing naik sekitar 3%. Saham Meta juga rebound dan ditutup naik 2% setelah perusahaan mengumumkan rencana memproduksi chip AI sendiri pada September mendatang.
Prospek Harga Emas Jumat | 10 Juli 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 mulai menunjukkan perbaikan setelah membentuk pola symmetrical triangle dan berhasil bergerak di atas SMA 50, menandakan momentum beli mulai menguat. RSI yang berada di kisaran 53 juga mendukung peluang kenaikan lanjutan. Meski demikian, harga masih bergerak di bawah garis downtrend jangka menengah sehingga penguatan saat ini masih berpotensi menjadi fase koreksi.
Selama bertahan di atas support 4.092–4.054, harga berpeluang menguji resistance 4.180, kemudian 4.221 hingga 4.267. Sebaliknya, penurunan di bawah 4.092 dapat kembali membuka peluang pelemahan menuju 4.021.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.180 R2 4.221 R3 4.267
S1 4.092 S2 4.054 S3 4.021
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.095 |
| Profit Target Level | 4.160 |
| Stop Loss Level | 4.050 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.180 |
| Profit Target Level | 4.120 |
| Stop Loss Level | 4.225 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 10 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang masih berada di bawah garis downtrend jangka menengah meskipun telah berhasil rebound dari area support 67,00. Rebound tersebut sempat membawa harga menembus SMA 50 dan menguji resistance 76,02, namun kembali terkoreksi sehingga kini bergerak di sekitar area SMA 50 yang menjadi support dinamis. RSI berada di kisaran 50, menunjukkan momentum yang mulai netral dan membuka peluang pergerakan ke arah berikutnya.
Selama harga mampu bertahan di atas support 69,18, peluang rebound masih terbuka untuk kembali menguji resistance 76,02, kemudian 78,07 hingga 81,63. Sebaliknya, jika turun kembali di bawah 69,18, tekanan jual berpotensi meningkat dan membawa harga menguji support 67,00 hingga 64,82.
US Oil INTRADAY AREA
R1 76,02 R2 78,07 R3 81,63
S1 69,18 S2 67,00 S3 64,82
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 70,20 |
| Profit Target Level | 73,90 |
| Stop Loss Level | 69,10 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 77,00 |
| Profit Target Level | 73,20 |
| Stop Loss Level | 78,50 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Menguat Usai Komentar The Fed
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat peluang trading USD/CAD masih cenderung bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.4205. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji area support di 1.4167, kemudian 1.4151, hingga 1.4125.





Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah garis downtrend. Setelah sempat menguat dan menguji area resistance 4.180, harga kembali berbalik melemah hingga menembus SMA 50 serta support 4.092 yang kini berubah menjadi resistance.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan perubahan ke arah bullish setelah berhasil rebound dari area support 67,00. Harga kini telah menembus SMA 50 sekaligus resistance 69,18 dan 71,52 yang kini berubah menjadi area support, mengindikasikan momentum beli semakin menguat. Penguatan tersebut membawa harga bergerak mendekati resistance 74,50, sehingga selama harga mampu bertahan di atas 71,52, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 78,07, bahkan berpotensi berlanjut ke 81,63.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan emas masih cenderung bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 4.115. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut menuju area support 4.017, kemudian 3.999, hingga 3.982.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga sempat mengalami rebound dari area support, namun kenaikannya masih tertahan di garis downtrend yang menjadi resistance utama sehingga kembali terkoreksi. Meski demikian, harga masih mampu bertahan di atas SMA 50 yang kini berdekatan dengan area support 4.063, menandakan momentum bullish jangka pendek belum sepenuhnya hilang.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah berhasil rebound dari area support 67,00 dan kini telah menembus sekaligus bertahan di atas SMA 50. Kenaikan tersebut mendorong harga menguji resistance 71,52, sementara indikator RSI yang berada di atas level 70 mencerminkan momentum bullish yang cukup kuat meski mulai memasuki area overbought sehingga potensi pullback jangka pendek tetap perlu diwaspadai.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih bergerak dalam tren bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 162,20. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi. Kondisi ini membuka peluang penurunan menuju support 161,50. Jika tekanan berlanjut, harga berpotensi menguji support berikutnya di 161,20 dan 160,90.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish jangka menengah. Pada perdagangan sebelumnya, harga sempat menguat dan menguji area resistance 4.221 yang bertepatan dengan trendline bearish, namun gagal menembusnya sehingga kembali terkoreksi. Meski demikian, tekanan jual masih relatif terbatas karena harga tetap mampu bertahan di atas support 4.115. Selama level support tersebut masih terjaga, peluang rebound masih terbuka untuk kembali menguji resistance 4.221. Jika berhasil menembus dan bertahan di atas level tersebut, penguatan berpotensi berlanjut menuju resistance 4.265 hingga 4.310.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang masih bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun sehingga tekanan jual jangka menengah masih mendominasi. Pada perdagangan sebelumnya, harga sempat menguat, namun kembali gagal menembus resistance 69,18 yang juga berdekatan dengan SMA 50, sehingga masih tertahan dalam fase konsolidasi. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, tekanan jual masih berpotensi kembali mendominasi dengan target penurunan menuju support 67,00, kemudian 64,82 hingga 61,72.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan pemulihan setelah berhasil membentuk dasar di area 3.942 dan menembus resistance 4.063 yang kini beralih menjadi support. Harga saat ini bergerak di atas SMA 50 yang mulai mendatar, mengindikasikan momentum bullish jangka pendek mulai menguat, meskipun tren utama masih dibayangi garis tren turun jangka menengah. Area 4.221 menjadi resistance penting yang bertepatan dengan trendline bearish, sehingga penembusan yang diikuti penutupan harga di atas level tersebut berpotensi membuka jalan menuju resistance 4.265 hingga 4.310.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang masih bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun sehingga tekanan jual jangka menengah masih mendominasi. Setelah sempat rebound dari area 67,00, harga kini bergerak konsolidasi di sekitar resistance 69,18, yang juga berdekatan dengan SMA 50 dan menjadi area krusial untuk menentukan arah pergerakan berikutnya. Apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas 69,18, peluang penguatan akan terbuka menuju resistance 71,52, kemudian 74,69.
