FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,72400 – 0,71500
Kondisi mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Dollar AS masih mengalami pelemahan, meski terbatas. Pelemahan Aussie tersebut tetap berada di dekat level tertingginya sejak April 2022 karena investor menjadi lebih berhati-hati di tengah ketidakpastian dalam perundingan perdamaian AS-Iran, sementara anggaran pemerintah yang akan datang memperkuat upaya untuk mengendalikan inflasi. Pemerintah Australia akan mengumumkan anggaran tahunannya pada hari Selasa, dengan harapan defisit yang lebih kecil dari perkiraan, sekitar A$25 miliar, atau 0,8% dari PDB. Anggaran tersebut diperkirakan akan menekankan pengendalian pengeluaran, termasuk perubahan pada pengaturan pajak investasi, dan sikap fiskal yang lebih ketat dapat membantu meredakan tekanan inflasi dan mengurangi kebutuhan akan kenaikan suku bunga lebih lanjut di akhir tahun ini. Swap saat ini menyiratkan peluang 18% bahwa Bank Sentral akan menaikkan suku bunga pada bulan Juni, sementara kenaikan pada bulan Agustus diperkirakan sekitar 82%, dengan suku bunga mendekati 4,6% sepenuhnya diperkirakan pada bulan September. Sementara itu, AS dan Iran terus berupaya mencapai resolusi diplomatik dalam konflik tersebut, sementara Selat Hormuz tetap tertutup, sehingga harga energi tetap tinggi.
Pivot : 0,72331
R1 : 0,72579 S1 : 0,72145
R2 : 0,72765 S2 : 0,71897
R3 : 0,73013 S3 : 0,71711
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 157,500 – 158,000
Nampaknya pelemahan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback terus berlanjut. Terlebih saat ini Yen memperpanjang pelemahan untuk sesi kedua berturut-turut karena dolar menguat setelah Presiden Donald Trump menimbulkan keraguan tentang keberlanjutan gencatan senjata AS-Iran menyusul penolakannya terhadap proposal perdamaian terbaru Teheran, sehingga risiko inflasi tetap menjadi fokus perhatian. Sementara itu, Jepang dan AS menegaskan kembali koordinasi erat dalam kebijakan mata uang setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama bertemu dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Tokyo diduga telah menghabiskan lebih dari $63 miliar untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing guna mendukung yen, meskipun pihak berwenang belum mengkonfirmasi operasi tersebut. Di tempat lain, Ringkasan Opini dari pertemuan Bank Sentral Jepang bulan April menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan sedang mempertimbangkan potensi kenaikan suku bunga paling cepat pada pertemuan berikutnya, karena melonjaknya harga minyak terus meningkatkan tekanan inflasi.
Pivot : 157,362
R1 : 157,993 S1 : 156,968
R2 : 158,387 S2 : 156,337
R3 : 159,018 S3 : 155,943
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3455 – 1.3405
Sesuai perkiraan, pounds tertekan turun pada perdagangan Selasa kemarin. Pelemahan mata-uang Poundsterling seiring dengan meningkatnya ketegangan konflik Timur-tengah dan melonjaknya harga minyak global. Disatu-sisi Inggris mengalami tekanan politik terhadap Perdana Menteri Keir Starmer ikut memicu kenaikan pelemahan mata-uang Inggris. Starmer menolak tuntutan mundur setelah Partai Buruh mengalami kekalahan besar dalam pemilu lokal. Disisi lain data terbaru menunjukkan inflasi tahunan Amerika Serikat naik menjadi 3,8% pada April, level tertinggi sejak Mei 2023. Angka tersebut lebih tinggi dibanding ekspektasi pasar sebesar 3,7% dan meningkat dari 3,3% pada Maret. Inflasi inti atau core CPI juga naik ke 2,8%, tertinggi dalam tujuh bulan terakhir dan melampaui perkiraan pasar sebesar 2,7%.
GBP masih berpotensi untuk tertekan pada perdagangan hari ini, selain tekanan politik dan ketegangan konflik Timur-tengah, penguatan U.S Dollar masih membayangi pergerakan mata-uang Poundsterling.
Open : 1.3534 Pivot 1.3541
R1 : 1.3568 S1 : 1.3500
R2 : 1.3609 S2 : 1.3455
R3 : 1.3633 S3 : 1.3405
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1703 – 1.1676
Euro kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar di tengah naiknya tingkat Inflasi. Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan Amerika Serikat naik menjadi 3,8% pada April, level tertinggi sejak Mei 2023. Angka tersebut lebih tinggi dibanding ekspektasi pasar sebesar 3,7% dan meningkat dari 3,3% pada Maret. Inflasi inti atau core CPI juga naik ke 2,8%, tertinggi dalam tujuh bulan terakhir dan melampaui perkiraan pasar sebesar 2,7%. Disisi lain Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran kini berada dalam kondisi kritis. Trump menilai respon Iran terhadap proposal perdamaian AS menunjukkan kedua pihak masih memiliki perbedaan besar. Dolar AS menguat untuk hari kedua berturut-turut. Indeks Dollar AS naik 0,35% ke 98,31, sementara Euro turun 0,38% ke US$1,1737.
Open : 1.1737 Pivot : 1.1747
R1 : 1.1762 S1 : 1.1721
R2 : 1.1787 S2 : 1.1703
R3 : 1.1824 S3 : 1.1676
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.7846 – 0.7868
Swiss Franc masih dalam tekanan U.S Dollar pada perdagangan Selasa kemarin. Meningkatnya ketegangan konflik Timur-tengah dan naiknya harga minyak mentah global menekan nilai mata-uang Swisd Franc. Disatu sisi Dolar AS menguat untuk hari kedua berturut-turut. Indeks Dollar AS naik 0,35% ke 98,31. Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan Amerika Serikat naik menjadi 3,8% pada April, level tertinggi sejak Mei 2023. Angka tersebut lebih tinggi dibanding ekspektasi pasar sebesar 3,7% dan meningkat dari 3,3% pada Maret. Inflasi inti atau core CPI juga naik ke 2,8%, tertinggi dalam tujuh bulan terakhir dan melampaui perkiraan pasar sebesar 2,7%. Disisi lain Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran kini berada dalam kondisi kritis. Trump menilai respon Iran terhadap proposal perdamaian AS menunjukkan kedua pihak masih memiliki perbedaan besar. CHF masih berpotebsi untuk tertekan pada perdagangan hari ini yang akan dibayangi oleh penguatan Dollar AS.
Open : 0.7803 Pivot : 0.7800
R1 : 0.7822 S1 : 0.7786
R2 : 0.7846 S2 : 0.7764
R3 : 0.7868 S3. : 0.7728
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.39025 dengan target 1.38794 dan stop loss di atas 1.39488
Secara struktur, USDCAD masih berada dalam uptrend yang valid, ditandai dengan pola higher high dan higher low yang konsisten sejak pertengahan Maret. Namun, pergerakan terakhir menunjukkan fase retracement setelah harga gagal melanjutkan kenaikan di area 1.39400 dan saat ini terkoreksi menuju area keseimbangan di sekitar pivot 1.38871. Secara teknikal, posisi harga di area pivot ini menjadi titik krusial karena menentukan apakah tren bullish akan berlanjut atau justru terjadi koreksi lebih dalam.
Open price :1.38722 Pivot :1.38871
R1: 1.39025 S1: 1.38562
R2: 1.39334 S2: 1.38408
R3: 1.39488 S3: 1.38099
DXY
Opportunity: Bullish Range 98,200 – 98,600
Kebangkitan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya mulai muncul di market. Dimana kebangkitan tersebut dapat dilihat pada Indeks Dolar AS (DXY) yang kembali naik dan sentuh level tertinggi hariannya di 98,460. Penguatan Dollar AS ini disebabkan setelah laporan inflasi penting AS (CPI) menyoroti dampak ekonomi dari biaya energi yang lebih tinggi dan gangguan pasokan yang terkait dengan perang di Iran. Harga konsumen naik 3,8% secara tahunan pada bulan April, laju tercepat sejak 2023, sementara inflasi bulanan meningkat menjadi 0,6%. CPI inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, meningkat 0,4% dari bulan Maret dan 2,8% secara tahunan, melebihi perkiraan. Sebagian dari kenaikan tersebut terkait dengan distorsi dalam perhitungan sewa setelah penutupan pemerintah tahun 2025. Investor juga memantau meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dengan Presiden Donald Trump dilaporkan frustrasi dengan kurangnya kemajuan dalam negosiasi dengan Iran. Selat Hormuz sebagian besar tetap tertutup, sangat mengganggu pengiriman energi global dan mendorong harga minyak lebih tinggi. Guncangan pasokan telah mulai memengaruhi ukuran yang lebih luas dari tekanan rantai pasokan, menghidupkan kembali kekhawatiran tentang tekanan inflasi yang terus-menerus dan membuat bank sentral berhati-hati dalam kebijakan suku bunga.
Pivot : 98,233
R1 : 98,515 S1 : 98,006
R2 : 98,742 S2 : 97,724
R3 : 99,024 S3 : 97,497

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 58,300
Indeks Nikkei 225 turun 0,3% menjadi di bawah 62.600 pada hari Rabu, mengembalikan keuntungan dari sesi sebelumnya karena saham-saham teknologi mengikuti pelemahan semalam di Wall Street. Sentimen pasar tertekan setelah harga minyak naik di tengah meningkatnya keraguan atas keberlanjutan gencatan senjata AS-Iran, sementara data terbaru menunjukkan inflasi konsumen AS naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan April, mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve. Di Jepang, Ringkasan Opini dari pertemuan Bank Sentral Jepang bulan April menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan membahas potensi kenaikan suku bunga tambahan sesegera mungkin pada pertemuan berikutnya, dengan harga minyak yang lebih tinggi menambah kekhawatiran inflasi. Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Fujikura (-1,1%), Lasertec (-3,8%), Advantest (-2,9%), Tokyo Electron (-1,2%), dan Disco Corp (-2,6%).
Pivot : 57,153
R1 : 58,186 S1 : 56,023
R2 : 58,718 S2 : 55,588
R3 : 60,283 S3 : 54,023
HANGSENG
Opportunity: Koreksi ke area: 27,000
Indeks Hang Seng turun 80 poin, atau 0,3%, menjadi 26.270 pada hari Rabu, karena investor menyeimbangkan kekhawatiran atas meningkatnya inflasi AS dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dengan optimisme seputar pertemuan Trump-Xi yang diantisipasi. Sentimen tetap waspada setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan sikap yang lebih keras terhadap Iran menyusul kritik terhadap gencatan senjata, sementara risiko geopolitik yang terus-menerus menekan pasar global. Harga minyak tetap stabil setelah kenaikan tajam karena konflik berkepanjangan di Timur Tengah terus mengganggu arus pengiriman melalui Selat Hormuz, yang memicu kekhawatiran akan tekanan inflasi yang kembali meningkat. Saham teknologi Tiongkok juga menjadi fokus perhatian karena investor semakin menuntut pengembalian yang lebih jelas dari pengeluaran AI yang besar oleh perusahaan seperti Alibaba Group dan Tencent menjelang musim pendapatan. Saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Tencent Holdings (-0,4%), SMIC (-3,0%), dan Techtronic Industries (-2,9%), sementara AIA Group dan Pop Mart masing-masing naik 1,2% dan 2,0%.
Pivot : 27,272
R1 : 27,428 S1 : 27,125
R2 : 27,575 S2 : 26,969
R3 : 27,878 S3 : 26,666
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 25,385| SL: 25,285 | TP: 25,800
Kontrak berjangka saham AS stabil pada hari Rabu karena investor menunggu data inflasi produsen terbaru untuk mendapatkan petunjuk tambahan tentang dampak ekonomi dari konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung. Selama sesi reguler Selasa, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,16% dan 0,71%, sementara Dow Jones naik 0,11%. Sentimen tertekan oleh pelemahan saham teknologi dan kenaikan harga minyak karena Presiden Donald Trump meragukan keberlanjutan gencatan senjata AS-Iran setelah menolak usulan balasan Teheran untuk mengakhiri perang. Data ekonomi yang dirilis Selasa juga menunjukkan inflasi konsumen AS meningkat menjadi 3,8% pada bulan April, di atas ekspektasi 3,7% dan level tertinggi sejak Mei 2023. Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke putaran pendapatan perusahaan lainnya yang akan dirilis Rabu, termasuk hasil dari Nebius, Allianz, dan Alibaba, di antara lainnya.
Pivot : 25,342.17
R1 : 25,771.08 S1 : 25,126.33
R2 : 25,986.92 S2 : 24,697.42
R3 : 26,631.67 S3 : 24,052.67

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish selama harga bertahan di atas level 4.660, dengan potensi menguji kembali area resistance di 4.770.
Harga emas bergerak melemah pada perdagangan Rabu setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Inflasi konsumen AS pada April tercatat sebesar 3,8% secara tahunan, melampaui proyeksi pasar sebesar 3,7% dan menjadi level tertinggi sejak Mei 2023. Kenaikan inflasi tersebut terutama dipicu oleh lonjakan harga energi yang berkaitan dengan eskalasi konflik di Timur Tengah.
Kondisi tersebut mendorong perubahan ekspektasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Investor kini semakin yakin bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada April tahun depan. Prospek suku bunga tinggi memberikan tekanan terhadap harga emas karena meningkatkan imbal hasil aset berbunga dan memperkuat daya tarik dolar AS dibandingkan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Pivot : 4.696
R1 4.770 R2 4.833 R3 4.890
S1 4.660 S2 4.618 S3 4.2560
Silver
Opportunity : Buy stop di 76.423 dengan target 77.609 dan stop loss dibawah 73.900
Pada XAGUSD, struktur besar masih menunjukkan downtrend, namun pergerakan terbaru memperlihatkan fase pullback bullish yang cukup kuat dari area bawah sekitar 68–70 hingga saat ini mendekati resistance penting. Kenaikan ini lebih bersifat korektif daripada pembalikan tren, karena belum ada perubahan struktur menjadi higher high yang signifikan pada timeframe H4. Saat ini harga bergerak di sekitar pivot 75.041 dan mendekati resistance 76.273, yang menjadi area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.
Open price :75.003 Pivot :75.041
R1: 76.273 S1: 73.900
R2: 77.374 S2: 72.628
R3: 78.646 S3: 71.527
Oil
Opportunity : Bearish selama harga bergerak di bawah area 99,13–100,50, dengan potensi menguji level support di 96,07.
Harga minyak dunia bergerak melemah tipis pada perdagangan Asia Rabu setelah sebelumnya melonjak selama tiga sesi berturut-turut. Pelaku pasar masih mencermati gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz serta perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.
Kontrak Brent tercatat turun 0,4% ke level USD107,36 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,3% ke USD101,91 per barel. Koreksi tersebut terjadi setelah reli kuat yang didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan global akibat terganggunya jalur distribusi energi utama dunia.
Pivot: 99,13
R1 99,13 S1 96,07
R2 100,50 S2 93,78
R3 102,62 S3 89,78
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Rabu, 13 Mei 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Jelang Data PPI AS, I ni Strategi Price Action yang Perlu Diperhatikan
Catat jam dan waktunya ya!
| Rabu, 13 Mei 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah berhasil rebound dan bertahan di atas area support 4.660, sekaligus bergerak di atas SMA 50. RSI yang berada di sekitar level 55 juga mengindikasikan momentum kenaikan masih cukup terjaga.
Pergerakan US Oil di time frame H4 sebelumnya sempat menguat setelah breakout di atas SMA 50 dan resistance 99,13, bahkan mencetak high baru di sekitar 102,62. Namun pada pembukaan market hari ini, harga langsung dibuka gap down dan kembali bergerak di bawah SMA 50 serta menembus up trend line yang sebelumnya menopang kenaikan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan XAG/USD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 85,90. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji support 82,15, kemudian 80,70, hingga 79,60.

Harga emas berhasil rebound setelah bertahan di atas support 4.660 dan kini kembali menguji resistance 4.770. Jika mampu breakout di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk melanjutkan penguatan menuju resistance 4.833 hingga 4.890. Namun, selama resistance 4.770 belum ditembus secara meyakinkan, harga masih berisiko mengalami koreksi terbatas untuk menguji support terdekat di 4.696.
Harga US Oil sempat rebound, namun penguatan masih tertahan di bawah SMA 50 serta area resistance 99,13 hingga 101,46. Kegagalan menembus area tersebut menunjukkan momentum bullish masih belum cukup kuat, sehingga harga berisiko kembali bergerak melemah dalam jangka pendek.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/JPY pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish, dengan level pivot di 156,45. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji area resistance di 157,65, kemudian 158,00, hingga 158,30.

Pergerakan emas di time frame H4 terlihat mengalami koreksi setelah gagal menembus area resistance 4.730 hingga 4.770. Meski demikian, tekanan turun masih tertahan di area support 4.660 serta SMA 50 di kisaran 4.618 yang masih menjadi penopang pergerakan harga.
Pergerakan US Oil di time frame H4 sempat mengalami koreksi setelah gagal bertahan di atas resistance 99,13. Namun, harga kembali rebound setelah membentuk low baru di area 93,78 yang kini menjadi support terdekat. Saat ini harga masih menguji kembali resistance 99,13 serta area SMA 50 di kisaran 101,46 yang menjadi resistance dinamis.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan emas masih berpotensi bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 4.680. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 4.765, kemudian 4.800, hingga 4.830.

