Saham Global Datar di Tengah Tekanan Teknologi
Saham Global Datar pada perdagangan Selasa ketika tekanan dari saham teknologi menahan pergerakan Wall Street. Indeks saham global MSCI bergerak terbatas, mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Tekanan utama datang dari sektor teknologi, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap persaingan di industri kecerdasan buatan. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengurangi eksposur pada saham berisiko tinggi.
Wall Street Melemah, Sektor Energi Jadi Penopang
Indeks Dow Jones turun 0,34% ke level 49.240,99, sementara S&P 500 melemah 0,84% dan Nasdaq anjlok 1,43%. Saham Nvidia mencatat penurunan tajam setelah muncul laporan bahwa OpenAI tengah mencari alternatif chip AI selain produk Nvidia. Saham AMD juga melemah usai laporan kinerja kuartalan, meski saham Super Micro Computer menguat pada perdagangan setelah jam bursa.
Di sisi lain, sektor energi menjadi penopang utama pasar saham AS. Kenaikan harga minyak mendorong saham energi menguat dan menjadikannya sektor dengan kinerja terbaik di indeks S&P 500 pada sesi tersebut.
Harga Minyak Naik Akibat Kekhawatiran Iran
Harga minyak menguat lebih dari 1% setelah mengalami penurunan tajam sehari sebelumnya. Pasar bereaksi terhadap meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk insiden militer di kawasan Laut Arab dan Selat Hormuz.
Selain faktor geopolitik, sentimen positif juga datang dari kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan India yang meningkatkan harapan permintaan energi global. Konflik berkelanjutan di Ukraina turut memperkuat kekhawatiran gangguan pasokan minyak dunia.
Minyak mentah AS ditutup naik ke USD 63,21 per barel, sementara Brent menguat ke USD 67,33 per barel.
Emas dan Perak Rebound Tajam
Saham Global Datar juga diiringi pergerakan signifikan pada pasar komoditas. Harga emas spot melonjak lebih dari 6% ke USD 4.951,72 per ons setelah tertekan dalam dua sesi sebelumnya. Harga perak naik hampir 8% ke USD 85,42 per ons, memulihkan sebagian kerugian besar pada akhir pekan lalu.
Pemulihan logam mulia terjadi di tengah volatilitas pasar keuangan global, meskipun investor masih mencermati dampak kebijakan Federal Reserve setelah Presiden AS Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed.
Dolar Melemah, Aussie Menguat Tajam
Di pasar valuta asing, dolar AS melemah setelah mencatat penguatan dua sesi beruntun. Indeks dolar turun ke level 97,36, dengan euro menguat ke USD 1,1821. Dolar AS menguat terbatas terhadap yen Jepang.
Dolar Australia mencatat kinerja terbaik setelah Reserve Bank of Australia menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,85%. Bank sentral menyebut inflasi yang masih di atas target dan pasar tenaga kerja yang ketat sebagai alasan utama keputusan tersebut.
Obligasi AS Bergerak Terbatas
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak bervariasi. Yield obligasi tenor 10 tahun turun ke 4,268%, sementara yield tenor 30 tahun ikut melemah. Sebaliknya, yield obligasi tenor 2 tahun naik tipis, mencerminkan ketidakpastian ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed.
Pasar obligasi juga menghadapi minimnya rilis data ekonomi akibat penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat.
Prospek Harga Emas Rabu | 04 Februari 2026
Pada grafik H4, harga emas terlihat sedang bergerak dalam fase pemulihan setelah mengalami penurunan tajam, namun kenaikan masih tertahan di bawah area resistance 5.000–5.100 yang juga berdekatan dengan SMA 50, sehingga zona ini berpotensi menjadi hambatan kuat. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, pergerakan cenderung rawan kembali melemah dengan support terdekat berada di 4.812, diikuti 4.746 dan 4.674.
Sementara itu, RSI berada di sekitar level 50 yang mencerminkan kondisi netral, menandakan pasar masih menunggu katalis lanjutan untuk menentukan arah berikutnya, apakah melanjutkan koreksi naik atau kembali melanjutkan tren penurunan.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.000 R2 5.050 R3 5.100
S1 4.812 S2 4.746 S3 4.674
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.815 |
| Profit Target Level | 4.900 |
| Stop Loss Level | 4.745 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.000 |
| Profit Target Level | 4.900 |
| Stop Loss Level | 5.050 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 04 Februari 2025
Pada grafik H4 US Oil, harga terlihat masih bergerak dalam tren naik namun saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah gagal bertahan di area puncak sebelumnya. Selama harga mampu bertahan di atas support 62,52 yang berdekatan dengan SMA 50, peluang kenaikan lanjutan tetap terbuka dengan resistance terdekat berada di 64,16, kemudian 65,06 hingga 66,06.
Namun, jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun menembus 62,52, pergerakan berpotensi melemah lebih dalam menuju area support 61,69 dan 61,08. Sementara itu, RSI berada di atas level 50 yang menunjukkan momentum bullish masih terjaga meskipun belum cukup kuat untuk mendorong breakout yang meyakinkan.
US Oil INTRADAY AREA
R1 64,16 R2 65,06 R3 66,06
S1 62,52 S2 61,69 S3 61,08
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 62,60 |
| Profit Target Level | 64,00 |
| Stop Loss Level | 61,60 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 64,15 |
| Profit Target Level | 63,00 |
| Stop Loss Level | 65,10 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analis Trading Central menilai EUR/USD masih cenderung bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1840. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan tetap terbuka menuju area support 1.1770 hingga 1.1720.
Pergerakan XAUUSD pada timeframe H4 masih mencerminkan struktur bearish setelah koreksi tajam yang mendorong harga membentuk low baru di area 4.409. Dari level tersebut, harga berhasil rebound dan menembus area Fibonacci 23,6% di 4.690, sehingga level ini kini beralih fungsi menjadi support jangka pendek. Meski demikian, penguatan masih bersifat korektif karena harga gagal melanjutkan kenaikan dan tertahan di area resistance Fibonacci 38,2% di 4.863, dengan hambatan lanjutan di 5.004 yang merupakan Fibonacci 50% dan berdekatan dengan SMA 50 yang masih menurun.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan harga mulai kehilangan momentum bullish setelah reli kuat dan gagal bertahan di atas resistance 64,68. Tekanan jual mendorong harga turun kembali ke bawah 63,58 dan saat ini bergerak di sekitar 62,57 yang berdekatan dengan SMA 50. Kondisi ini mencerminkan fase konsolidasi dengan bias melemah.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai pergerakan GBP/USD masih berpotensi bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3660. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 1.3725. Jika level ini berhasil ditembus, GBP/USD berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance berikutnya di kisaran 1.3760–1.3785.
Harga emas sebelumnya bergerak dalam tren naik dan mencetak ATH di 5.597, sebelum tekanan jual yang kuat mendorong harga terkoreksi tajam hingga membentuk swing low di 4.680. Penurunan ini mengubah struktur jangka pendek menjadi korektif bearish, sehingga Fibonacci retracement ditarik dari 5.597 ke 4.680 untuk mengidentifikasi area pantulan harga. Support utama berada di 4.680, dengan support lanjutan di 4.620 dan 4.536 yang menjadi area krusial jika tekanan jual berlanjut.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren naik, meskipun saat ini sedang mengalami koreksi jangka pendek setelah gagal menembus resistance kuat di 66,39. Harga saat ini bergerak mendekati SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis, sehingga area ini menjadi penentu apakah tren naik masih dapat dipertahankan. Sementara itu, RSI 14 berada di sekitar level 50, mencerminkan kondisi netral dan menandakan momentum bullish mulai melemah namun belum sepenuhnya berbalik bearish.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish, dengan level pivot di 5.370. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun berpeluang berlanjut menuju area support 5.000, kemudian 4.900, hingga 4.810.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish. Harga bertahan di atas SMA 50 meski sempat terkoreksi tajam dari area puncak. Penurunan harga tertahan di area 5.100 yang kini berfungsi sebagai support kunci. Struktur higher low masih terjaga.
Pergerakan WTI pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish, dengan harga bergerak di atas SMA utama dan struktur kenaikan tetap terjaga. Resistance terdekat berada di level 66,39, yang saat ini menjadi area penahan laju kenaikan. Jika level ini gagal ditembus, harga berpotensi mengalami koreksi untuk menguji area support 64,26 hingga 63,30.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 63,30. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 64,90. Jika harga mampu menembus area tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut menuju resistance berikutnya di 65,70 hingga 66,30.
Pergerakan XAUUSD pada time frame H1 masih menunjukkan tren bullish yang kuat, terlihat dari struktur higher high dan higher low yang tetap terjaga di atas garis tren naik serta SMA yang terus mengarah ke atas. Harga saat ini bergerak di area atas dan membentuk gap di sekitar zona 5.425–5.376 yang berpotensi menjadi area konsolidasi jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan momentum bullish yang masih terjaga setelah harga berhasil menembus area resistance dan bergerak stabil di atas SMA 50, yang kini mulai mengarah naik. Kenaikan terakhir membawa harga mendekati area resistance 64,08, sehingga potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka untuk menguji kembali area support di 62,85 hingga 62,18.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish dengan level pivot di 5.220. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 5.330, kemudian 5.380, hingga 5.430.
